Pajak dan Akuntansi: Sinergi Krusial Membangun Integritas Fiskal Generasi Z

JAKARTA – Menyiapkan pilar ekonomi masa depan memerlukan intervensi edukasi yang radikal di tingkat pendidikan tinggi. Menyadari urgensi tersebut, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Khusus bersinergi dengan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) meluncurkan inisiatif penguatan literasi perpajakan yang membidik ratusan mahasiswa Generasi Z (Gen Z).

Edukasi berskala besar ini mengupas tuntas keterkaitan mutlak antara ekosistem perpajakan dan disiplin ilmu akuntansi. Otoritas menilai pemahaman komprehensif mengenai kedua bidang ini menjadi fondasi krusial bagi calon profesional muda untuk membentuk ekosistem bisnis yang transparan, akuntabel, dan patuh hukum di masa depan.

Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus, Muh. Tunjung Nugroho, menegaskan bahwa pembukuan akuntansi yang sehat merupakan hulu dari kepatuhan perpajakan yang valid. Akurasi dan integritas para akuntan dalam menyusun laporan keuangan korporasi memegang peranan dominan dalam menentukan keabsahan kontribusi fiskal yang disetorkan kepada negara.

“Pajak tidak dapat dipisahkan dari akuntansi karena dasar penghitungan pajak berasal dari pembukuan dan laporan keuangan, sehingga integritas dalam penyusunan laporan keuangan menjadi fondasi penting dalam sistem perpajakan.”

Muh. Tunjung Nugroho, Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus

Tantangan Sistem Self-Assessment dan Peran Agen Perubahan

Lanskap perpajakan Indonesia bersandar penuh pada sistem *self-assessment*. Sistem ini memberikan mandat dan kepercayaan tertinggi kepada wajib pajak untuk menghitung, memperhitungkan, menyetor, dan melaporkan sendiri kewajiban keuangannya. Keberhasilan mekanisme desentralisasi fiskal ini sangat bergantung pada standar etika para pelaku usaha serta para akuntan yang mengelola sirkulasi modal.

Instrumen Transparansi: Melalui pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) yang akurat, negara dapat memetakan aktivitas ekonomi secara riil guna memastikan pemerataan pendapatan dan stabilitas makroekonomi.

Merespons urgensi tersebut, Wakil Rektor I UBSI Diah Puspitasari menyatakan komitmen institusinya untuk melahirkan lulusan akuntansi yang kompetitif sekaligus memiliki moralitas kepatuhan yang tinggi. Kerja sama ini diproyeksikan berjalan secara berkesinambungan melalui optimalisasi peran *Tax Center* kampus serta keterlibatan aktif mahasiswa sebagai relawan pajak demi mengedukasi masyarakat luas.

Exit mobile version