NAIROBI – Pemerintah Kenya memberikan keringanan bea masuk dan pajak pertambahan nilai (PPN) atas impor kurma selama Ramadan 2026. Kebijakan ini ditujukan untuk mempermudah akses kurma bagi komunitas Muslim sekaligus mendukung upaya mitigasi kekeringan.
Fasilitas fiskal tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan kurma di pasar domestik serta menahan lonjakan harga menjelang dan selama bulan puasa.
“Fasilitas ini diberikan sehubungan dengan kurma yang diimpor untuk digunakan selama Ramadhan.”
— John Mbadi
Menteri Keuangan Kenya John Mbadi menyampaikan bahwa kebijakan ini telah dikoordinasikan dengan Otoritas Pajak Kenya (Kenya Revenue Authority/KRA). Ia juga telah mengirimkan surat resmi kepada Kepala KRA Humphrey Mulongo untuk memastikan implementasi keringanan bea masuk dan PPN berjalan sesuai ketentuan.
Keputusan pemberian insentif fiskal tersebut diambil setelah pembahasan lintas kementerian yang dipimpin oleh kantor wakil presiden, dengan fokus pada mitigasi dampak kekeringan dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Berlaku Februari–Maret 2026
Keringanan bea masuk dan PPN atas impor kurma berlaku pada periode 12 Februari hingga 20 Maret 2026. Fasilitas ini diberikan menjelang Ramadan yang diperkirakan dimulai pada 19 Februari 2026.
Kementerian Keuangan Kenya juga menerima usulan keringanan pajak impor kurma dari Dewan Muslim Kenya. Usulan tersebut bertujuan memastikan pasokan kurma tetap memadai selama bulan puasa dan dapat diakses dengan harga terjangkau oleh masyarakat.
Meski demikian, pemerintah menegaskan tidak memberikan pembebasan pajak secara penuh. Skema yang diterapkan adalah keringanan parsial, di mana negara hanya menanggung sebagian beban bea masuk dan PPN atas impor kurma.
Imbauan untuk Importir
Otoritas pajak mengimbau para importir untuk menyiapkan dan menyerahkan dokumen importasi yang diperlukan agar dapat memperoleh fasilitas keringanan bea masuk dan PPN tersebut.
Pemerintah berharap kebijakan ini tidak hanya membantu masyarakat selama Ramadan, tetapi juga mendukung stabilitas harga pangan serta memperkuat ketahanan ekonomi di tengah tantangan iklim yang dihadapi Kenya.















