Dunia politik dan pertahanan Inggris tengah diguncang oleh serangkaian laporan kontroversial dari berbagai media terkemuka. Mulai dari dugaan pelanggaran pajak oleh tokoh politik papan atas hingga isu keterbatasan armada militer dalam menjaga kedaulatan perairan nasional.
Salah satu laporan yang paling menyita perhatian berasal dari Sunday Times terkait dugaan pelanggaran hukum oleh perusahaan milik Richard Tice, wakil ketua Reform UK. Perusahaannya, Quidnet REIT Limited, diduga gagal membayar pajak pemotongan sebesar 20% atas dividen yang mengalir ke perwalian lepas pantai milik Tice.
Dugaan Pelanggaran Pajak Dividen Richard Tice Senilai £91.000
Laporan menyebutkan bahwa Richard Tice menerima kelebihan pembayaran setidaknya sebesar £91.000 akibat tidak dibayarkannya pungutan pajak tersebut. Menanggapi hal ini, Tice membantah keras dan menyatakan bahwa seluruh kewajiban pajak telah dibayar penuh. Ia menuding berita tersebut sebagai upaya pencemaran nama baik terhadap dirinya sebagai politisi yang tengah naik daun.
Di sisi lain, isu hak perempuan juga memanas. Baroness Falkner menuduh pemerintah bersikap “pengecut” karena menunda panduan ruang khusus gender. Ia menuding Menteri Bridget Phillipson sengaja menghalangi kebijakan tersebut demi menjaga peluang promosi politiknya, meski pihak pemerintah berdalih bahwa waktu tambahan diperlukan untuk menyempurnakan aturan tersebut.
“Cerita ini hanyalah upaya untuk mencemarkan nama baik seorang pengusaha sukses yang beralih menjadi politisi yang memberikan harapan kepada jutaan orang.”
— Richard Tice, Wakil Ketua Reform UK
Krisis Armada Angkatan Laut Inggris dan Isu Bantuan Prancis
Isu pertahanan turut menjadi sorotan tajam setelah The Mail on Sunday melaporkan bahwa Angkatan Laut Kerajaan (Royal Navy) kemungkinan harus meminta bantuan Prancis untuk mencegat kapal Rusia. Hal ini dipicu oleh kesulitan armada Inggris dalam memenuhi komitmen operasional di perairan sendiri.
Meskipun Kementerian Pertahanan membantah laporan tersebut dan menegaskan bahwa Inggris memiliki sumber daya mandiri yang cukup, tekanan politik tetap meningkat. Berikut adalah poin-poin penting lainnya dalam perkembangan politik Inggris pekan ini:
- Kesepakatan Chagos: PM Sir Keir Starmer menunda kesepakatan Kepulauan Chagos, yang diklaim sebagai kemenangan bagi oposisi Kemi Badenoch.
- Hubungan AS-Inggris: Pengamat mencatat penundaan berbagai kesepakatan internasional sebagai sinyal memburuknya hubungan diplomatik antara London dan Washington.
- Prestasi Olahraga: Joki Paul Townend mencatatkan sejarah dengan memenangkan Grand National untuk kedua kalinya dalam tiga tahun bersama kuda I Am Maximus.
Situasi geopolitik yang tidak stabil, ditambah dengan skandal pajak di level domestik, membuat pemerintahan saat ini berada di bawah pengawasan ketat masyarakat internasional.














