JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara aktif mendorong seluruh jajaran pemerintah kota di Indonesia untuk melahirkan berbagai terobosan fundamental di sektor keuangan wilayah. Jajaran wali kota kini dituntut untuk menelurkan langkah kepemimpinan yang progresif demi memacu optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekalian mendongkrak derajat kualitas layanan publik.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, menyampaikan bahwa saat ini sudah banyak pemerintah daerah (pemda) inovatif yang berhasil mengukir prestasi dalam hal pengelolaan keuangan. Berbagai wilayah berprestasi tersebut dinilai sangat layak untuk dijadikan sebagai cerminan atau model percontohan bagi tata kelola kota-kota lainnya.
“Praktik-praktik terbaik itu ada di kawan-kawan kita sendiri. Kami di Kemendagri melihat dengan bangga dan optimistis bagaimana kota-kota mampu menjadi survivor dan transformer melalui berbagai inisiatif kepemimpinan,” ujar Bima Arya Sugiarto, dikutip pada Sabtu (4/7/2026).
Keterlibatan Pemimpin dalam Reformasi Tata Kelola Fiskal
Bima Arya menggarisbawahi bahwa strategi peningkatan pencapaian Pendapatan Asli Daerah tidak dapat diproses secara instan hanya dengan mengandalkan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi yang bersifat sementara. Akselerasi pendapatan fiskal daerah membutuhkan komitmen kuat serta keikutsertaan para pimpinan daerah secara langsung.
Intervensi langsung dari kepala daerah dinilai mutlak diperlukan untuk merombak serta mereformasi sistem tata kelola pendapatan asli daerah dari hulu ke hilir. Tanpa adanya keterlibatan aktif dari sang wali kota, implementasi digitalisasi atau modernisasi sistem perpajakan daerah dikhawatirkan tidak akan memberikan dampak optimal jangka panjang.
Model Percontohan Sukses dari Kota Malang dan Pekanbaru
Berdasarkan catatan evaluasi internal Kemendagri, beberapa yurisdiksi yang dinilai sangat berhasil memadukan inovasi kepemimpinan untuk menaikkan Pendapatan Asli Daerah serta mutu pelayanan publik adalah Kota Malang dan Kota Pekanbaru. Kedua kota tersebut dinilai sukses merumuskan langkah taktis reformasi birokrasi perpajakan daerah.
Wamendagri menambahkan bahwa Menteri Dalam Negeri juga kerap memberikan apresiasi tinggi dan berulang kali menyebut nama Kota Malang serta Kota Pekanbaru sebagai contoh nyata daerah yang sigap melangsungkan langkah inovasi operasional. Oleh karena itu, Kemendagri mengingatkan jajaran pemerintah daerah untuk tidak sungkan saling belajar dan menyerap formula *best practices* antardaerah.
Kendati mendorong transfer ilmu antardaerah, Kemendagri memberikan rambu-rambu tegas agar setiap pemda senantiasa membentengi integritas tata kelola pemerintahan dan memperkuat koordinasi formal dengan pemerintah pusat. Sinergi kepemimpinan yang inovatif serta kolaborasi antardaerah dipandang sebagai modal krusial bagi pemerintah kota untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan ke depan.












