website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Saturday, 31 October 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

KBLI 2025 Segera Terbit, Ini Implikasi Pentingnya bagi Wajib Pajak

Johannes Albert by Johannes Albert
December 10, 2025
in Nasional
0 0
0
KBLI 2025 Segera Terbit, Ini Implikasi Pentingnya bagi Wajib Pajak
0
SHARES
69
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) bersiap menerbitkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025, dan perubahan ini dipastikan membawa implikasi bagi berbagai kategori wajib pajak (WP). Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh WP orang pribadi pelaku usaha dan pekerjaan bebas, tetapi juga warisan belum terbagi, badan, serta instansi pemerintah yang melakukan kegiatan ekonomi.

Hal ini sejalan dengan Pasal 2 ayat (3) PER-12/PJ/2022 yang mengatur bahwa keempat kategori WP tersebut wajib menggunakan KBLI sebagai dasar penentuan klasifikasi lapangan usaha (KLU).

“KLU adalah pengelompokan aktivitas atau kegiatan ekonomi wajib pajak yang memuat informasi aktivitas, kegiatan usaha, pekerjaan bebas, atau pekerjaan dalam hubungan kerja yang dilakukan oleh wajib pajak,” bunyi Pasal 1 angka 6 PER-12/PJ/2022, dikutip Rabu (10/12/2025).

DJP Akan Sesuaikan KLU Secara Otomatis Saat KBLI 2025 Berlaku

Saat PER-12/PJ/2022 mulai berlaku pada 9 September 2022, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan penyesuaian KLU wajib pajak secara jabatan berdasarkan data yang tersedia di sistem administrasi perpajakan.

Skema serupa akan kembali diterapkan ketika KBLI 2025 resmi digunakan. DJP berwenang mengubah KLU WP secara jabatan apabila terdapat perubahan struktur atau kode dalam KBLI sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (2) PER-12/PJ/2022.

Baca Juga: Purbaya: Siap Sikat Pendukung Impor Balpres, Pajaknya Akan Diusut Tuntas

Apabila DJP tidak dapat mengidentifikasi KLU WP secara otomatis, penetapan KLU dapat dilakukan oleh DJP atau pejabat yang ditunjuk, baik secara jabatan maupun berdasarkan permohonan WP yang bersangkutan.

WP Wajib Menentukan Satu KLU Utama

Bagi WP yang memiliki beberapa aktivitas atau kegiatan usaha yang berbeda, kewajiban berikutnya adalah menentukan satu KLU utama. Pada Coretax Administration System, penetapan KLU utama dapat dilakukan:

  • Saat registrasi WP baru, atau
  • Saat melakukan perubahan data wajib pajak.

KLU utama ditetapkan berdasarkan aktivitas atau kegiatan ekonomi dengan omzet terbesar pada tahun pajak sebelumnya. Bila omzet beberapa kegiatan usaha sama besar atau WP belum menjalankan usahanya, penentuan KLU utama dilakukan oleh WP sendiri.

Baca Juga: Pengawasan Ekspor Kian Ketat, Negara Kantongi Rp49,677 Miliar dari Bea Keluar

KBLI 2025: Adaptasi Standar ISIC untuk Konteks Nasional

Secara konsep, KBLI yang disusun oleh BPS merupakan adaptasi dari International Standard Industrial Classification (ISIC) yang disesuaikan dengan struktur perekonomian Indonesia. KBLI berfungsi sebagai rujukan resmi pengelompokan kegiatan ekonomi nasional, termasuk untuk kepentingan statistik dan perpajakan.

Sesuai dengan rekomendasi Committee of Experts on International Statistical Classification (CEISC), pembaruan KBLI idealnya dilakukan setiap 5 tahun untuk mengikuti dinamika perkembangan ekonomi dan munculnya jenis-jenis usaha baru.

Saat ini, KBLI yang digunakan adalah KBLI 2020. BPS menyampaikan bahwa penyusunan KBLI 2025 telah rampung dan tengah memasuki tahap finalisasi regulasi sebelum diundangkan.

Baca Juga: DPR Setujui PMN Rp14,41 Triliun untuk 4 BUMN dan Bank Tanah

“KBLI baru akan menjadi rujukan resmi kegiatan ekonomi nasional, sehingga WP perlu memastikan kesesuaian klasifikasinya untuk menghindari ketidaktepatan pelaporan pajak,” ujar sumber BPS secara terpisah.

Dengan akan diberlakukannya KBLI 2025, WP diimbau untuk lebih proaktif memeriksa klasifikasi usahanya agar data administrasi perpajakan tetap akurat dan selaras dengan standar nasional yang baru.

Sumber Terkait

  • Badan Pusat Statistik (BPS)
  • Direktorat Jenderal Pajak
  • Kementerian Keuangan Republik Indonesia

 

Johannes Albert

Johannes Albert

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Ketentuan Baru Pelaporan Struktur Manajemen Perusahaan dalam Coretax.

April 30, 2026
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026: Ada Diskon hingga Penghapusan Denda

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026: Ada Diskon hingga Penghapusan Denda

14
Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

10
Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

6
Memahami Penghitungan PPh Final bagi Pengusaha Kecil pada 2026

Memahami Penghitungan PPh Final bagi Pengusaha Kecil pada 2026

5

Edukasi Pajak Sejak Dini Diperkenalkan kepada Siswa Banyuasin

October 31, 2026
Pajak Offshore China 20% Ubah Strategi Aset ke AS

Pajak Offshore China 20% Ubah Strategi Aset ke AS

October 31, 2026
DTA Jersey-Oman Diteken, Investasi Dua Arah Didorong

DTA Jersey-Oman Diteken, Investasi Dua Arah Didorong

October 30, 2026
Metode Koreksi Laporan Pajak Beralih, Wajib Pajak Perlu Cermati Aturan Baru

Metode Koreksi Laporan Pajak Beralih, Wajib Pajak Perlu Cermati Aturan Baru

October 30, 2026

Recent News

Edukasi Pajak Sejak Dini Diperkenalkan kepada Siswa Banyuasin

October 31, 2026
Pajak Offshore China 20% Ubah Strategi Aset ke AS

Pajak Offshore China 20% Ubah Strategi Aset ke AS

October 31, 2026
DTA Jersey-Oman Diteken, Investasi Dua Arah Didorong

DTA Jersey-Oman Diteken, Investasi Dua Arah Didorong

October 30, 2026
Metode Koreksi Laporan Pajak Beralih, Wajib Pajak Perlu Cermati Aturan Baru

Metode Koreksi Laporan Pajak Beralih, Wajib Pajak Perlu Cermati Aturan Baru

October 30, 2026

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version