LONDON – Capital Gains Tax Inggris (CGT) diperkirakan tetap berada pada tarif saat ini menjelang Anggaran yang dijadwalkan disampaikan pada 28 Oktober 2026. Kanselir John Healey menolak dorongan dari sejumlah anggota parlemen Partai Buruh yang menginginkan beban pajak atas keuntungan modal dinaikkan.
CGT dikenakan atas keuntungan yang timbul ketika seseorang menjual atau melepaskan aset yang nilainya meningkat, termasuk saham perusahaan dan properti yang bukan tempat tinggal utama. Saat ini, wajib pajak penghasilan pada kelompok tarif dasar dikenai CGT 18%, sedangkan pembayar pajak pada kelompok tarif lebih tinggi dan tambahan menghadapi tarif 24%.
Keputusan untuk tidak menaikkan tarif muncul di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan CGT justru dapat mengurangi penerimaan. Salah satu risikonya adalah perubahan perilaku pemilik aset, seperti menunda penjualan atau memindahkan domisili ke luar Inggris.
Kenaikan Tarif Belum Tentu Menambah Penerimaan
Perkiraan HM Revenue & Customs (HMRC) yang disebut dalam bahan menunjukkan dampak kenaikan tarif CGT dapat berbeda secara signifikan. Kenaikan 1 poin persentase pada tarif yang lebih rendah diperkirakan hanya menambah sekitar £5 juta penerimaan pada 2028–2029.
Sebaliknya, apabila tarif CGT yang lebih tinggi dinaikkan 10 poin persentase, penerimaan Departemen Keuangan diperkirakan dapat berkurang sekitar £3,6 miliar pada periode yang sama. Perhitungan itu mempertimbangkan kemungkinan perubahan perilaku wajib pajak setelah tarif dinaikkan.
Healey sebelumnya juga menekankan pentingnya penciptaan kekayaan, kepercayaan usaha, investasi, dan keuntungan bisnis bagi perekonomian Inggris. Sikap tersebut menjadi salah satu gambaran pendekatan fiskalnya menjelang penyusunan Anggaran pertamanya.
Perdebatan di Internal Partai Buruh
Wacana menaikkan CGT sebelumnya mendapat dukungan dari sejumlah tokoh penting Partai Buruh. Wes Streeting dan Louise Haigh termasuk yang mendorong perubahan tersebut sebelum Andy Burnham menjadi perdana menteri pada Juli 2026.
Haigh, yang kemudian menjadi first secretary of state dalam pemerintahan Burnham, pernah mengusulkan agar tarif atas keuntungan modal dibuat lebih mendekati pajak penghasilan. Dalam tulisannya untuk jurnal Renewal, ia berpendapat bahwa perubahan tersebut dapat mengalihkan sebagian beban pajak dari pendapatan yang berasal dari pekerjaan menuju akumulasi modal yang dinilai kurang produktif bagi pertumbuhan ekonomi sehari-hari.
Namun, Haigh juga menilai perubahan kebijakan perlu disertai perlindungan agar imbal hasil investasi yang benar-benar produktif tidak ikut dirugikan. Sementara itu, Streeting, yang kini menjabat Menteri Pertahanan, pada Mei 2026 menyerukan desain pajak kekayaan yang efektif setelah mengundurkan diri dari pemerintahan mantan Perdana Menteri Sir Keir Starmer.
Streeting juga pernah mendukung penyetaraan CGT dengan pajak penghasilan dengan alasan sistem yang terlalu membedakan keduanya dapat membebani penghasilan dari pekerjaan secara tidak proporsional.
Di sisi lain, Lord Jim O’Neill, mantan penasihat Burnham dan Kepala Ekonom Goldman Sachs, memperingatkan bahwa kenaikan CGT dapat memberikan sinyal negatif kepada dunia usaha. Perbedaan pandangan tersebut memperlihatkan tarik-menarik antara agenda pemerataan beban pajak dan upaya menjaga iklim investasi.
Ruang Fiskal Inggris Tetap Terbatas
Keputusan mempertahankan CGT tidak menghilangkan tekanan fiskal yang dihadapi pemerintah. Healey tetap harus mencari ruang untuk membantu biaya hidup masyarakat sekaligus membiayai rencana peningkatan belanja pertahanan dalam tinjauan pengeluaran tahun depan.
Situasi tersebut juga berlangsung ketika perang Amerika Serikat–Iran mendorong kenaikan harga. Pada saat yang sama, pilihan pemerintah untuk menambah penerimaan dibatasi oleh manifesto Partai Buruh 2024 yang menjanjikan tidak menaikkan pajak penghasilan, National Insurance, dan Pajak Pertambahan Nilai (VAT), tiga sumber penerimaan utama.
Kapasitas pemerintah untuk menambah utang pun dibatasi oleh aturan utang yang ditetapkan sendiri. Tekanan terhadap kebijakan fiskal ini kemudian menjadi bagian dari perdebatan politik menjelang penyampaian Anggaran.
Dalam pidato pra-Anggaran pada Selasa, 20 Oktober 2026, pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch mendorong pemerintah mengurangi belanja dan menekan kebutuhan pinjaman. Ia menunjuk paket penghematan senilai £70 miliar yang dirancang partainya, termasuk pemotongan pada kesejahteraan dan bantuan pembangunan luar negeri.
Dalam pidatonya di pusat London, Badenoch juga menilai Partai Buruh tidak cukup berani memangkas pengeluaran dan memperingatkan bahwa Inggris tidak mampu menjalankan kebijakan fiskal dengan perubahan yang terlalu terbatas.
Partai Liberal Demokrat menawarkan pendekatan berbeda. Partai tersebut memperkirakan pemerintah dapat mengumpulkan sekitar £14 miliar, antara lain melalui pajak tak terduga atau windfall tax atas keuntungan bank. Wakil pemimpin Liberal Demokrat Daisy Cooper mengatakan dana itu dapat diarahkan untuk mengurangi bea bahan bakar, tarif kereta api dan bus, serta VAT bagi bisnis perhotelan.
Dengan Capital Gains Tax Inggris dipertahankan pada level saat ini, perhatian kini beralih pada kombinasi kebijakan pajak dan belanja lain yang akan diumumkan Healey dalam Anggaran 28 Oktober 2026.
Sumber: bbc.com
