JAKARTA – Pemerintah memastikan industri tekstil, pakaian jadi, hingga alas kaki telah siap memenuhi lonjakan permintaan masyarakat menjelang bulan puasa dan Lebaran 2026.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan kesiapan sektor industri ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat.
“Kinerja sektor industri kimia, farmasi, dan tekstil terus menunjukkan tren positif dan menjadi modal kuat dalam menjaga pasokan, kualitas, serta keterjangkauan harga.”
— Agus Gumiwang Kartasasmita
Menurutnya, momentum Ramadan dan Lebaran secara konsisten mendorong peningkatan permintaan, terutama untuk produk fesyen seperti busana muslim, sarung, mukena, perlengkapan ibadah, serta alas kaki.
Industri Sudah Antisipasi Sejak Awal Tahun
Agus menjelaskan pelaku industri dalam negeri telah melakukan berbagai persiapan sejak awal tahun guna memastikan ketersediaan barang tetap terjaga selama periode permintaan tinggi.
Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menjadi salah satu sektor yang paling diuntungkan dari momentum ini, mengingat permintaan yang meningkat signifikan setiap tahunnya.
Selain itu, sektor alas kaki dan kosmetik juga ikut terdorong, mengingat kebutuhan masyarakat yang meningkat menjelang hari raya.
Efek Besar terhadap Ekonomi Nasional
Industri TPT, alas kaki, dan kosmetik dikenal sebagai sektor padat karya yang memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian nasional.
Rantai pasok sektor ini cukup panjang, mulai dari bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga perdagangan ritel, sehingga mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Pemerintah pun mendorong masyarakat untuk membeli produk dalam negeri sebagai bentuk dukungan terhadap industri nasional dan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja.
Dorong Daya Saing Industri
Pemerintah juga terus memperkuat daya saing industri melalui berbagai kebijakan, seperti substitusi impor, fasilitasi investasi, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, serta pengembangan inovasi dan sertifikasi, termasuk sertifikasi halal.
Langkah ini diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik selama Ramadan dan Lebaran, tetapi juga meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis sektor industri akan terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga, meningkatkan daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.















