website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Wednesday, 19 August 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Internasional

Data Wajib Pajak Prancis Dicuri dalam Serangan Siber

Muhammad Naufal Arya Saka by Muhammad Naufal Arya Saka
August 19, 2026
in Internasional
0 0
0
Data Wajib Pajak Prancis Dicuri dalam Serangan Siber
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PARIS – Otoritas pajak Prancis menghadapi insiden keamanan digital besar setelah data wajib pajak Prancis milik sedikitnya 678.000 individu dan akun profesional dicuri dalam serangan terhadap sistem komputer administrasi perpajakan negara tersebut.

Ditjen Keuangan Publik Prancis atau General Direction of Public Finance (DGFiP) mengungkapkan terdapat dua serangan siber yang menargetkan sistem komputernya pada Juni dan Juli 2026.

Data yang terdampak tidak hanya mencakup identitas wajib pajak, tetapi juga informasi yang berkaitan dengan penghasilan dan tarif pajak yang dibayarkan.

“Data yang dicuri antara lain nama, data penghasilan, serta tarif pajak yang dibayarkan,” bunyi keterangan DGFiP, dikutip pada Senin (17/8/2026).

Dua Serangan Terjadi pada Juni dan Juli 2026

Serangan pertama terjadi pada Juni 2026. Dalam insiden tersebut, hacker disebut berhasil mencuri data sedikitnya 678.000 individu dan akun profesional yang tersimpan dalam sistem administrasi perpajakan Prancis.

Serangan berikutnya terjadi pada Juli 2026. Kali ini, sasaran peretasan adalah data sekitar 200.000 akun yang berada dalam administrasi pertanahan.

Dengan dua insiden dalam rentang waktu yang berdekatan, otoritas Prancis kini masih berupaya memastikan skala kerusakan serta jenis data yang benar-benar telah diambil oleh pelaku.

Baca Juga: Mobile Tax Unit Dekatkan Layanan Pajak UMKM di Wonogiri

Identitas Pegawai dan Pihak Berwenang Diambil Alih

Menurut DGFiP, serangan dilakukan melalui pengambilalihan identitas seorang pegawai DGFiP serta pihak ketiga yang memiliki kewenangan untuk mengakses sistem.

Setelah insiden teridentifikasi, DGFiP langsung menangguhkan akses terhadap seluruh akun yang digunakan dalam serangan tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penanganan awal untuk membatasi potensi akses lanjutan ke dalam sistem.

Investigasi masih berlangsung untuk menentukan secara tepat sifat data yang dicuri, volume informasi yang telah diakses, serta jumlah keseluruhan wajib pajak yang terdampak.

DGFiP masih menginvestigasi secara rinci sifat dan volume data yang dicuri serta jumlah wajib pajak yang terkena dampak dari kedua serangan tersebut.

Pemerintah Prancis Gelar Pertemuan Darurat

Skala insiden tersebut mendorong pemerintah Prancis mengambil langkah lebih lanjut. Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu dilaporkan mengadakan pertemuan darurat bersama unit manajemen krisis menyusul serangan siber besar yang menargetkan otoritas pajak.

Insiden tersebut juga memicu perdebatan yang lebih luas mengenai protokol keamanan siber dalam sistem administrasi publik Prancis.

Perhatian tidak lagi hanya tertuju pada keamanan sistem perpajakan, tetapi juga pada ketahanan infrastruktur digital pemerintah dalam melindungi informasi sensitif milik masyarakat.

Baca Juga: Insentif Pajak Kendaraan Kalsel Berlaku hingga 30 November

Kelompok Zerobytes Klaim Bertanggung Jawab

Kelompok hacker bernama Zerobytes sebelumnya mengeklaim bertanggung jawab atas dua serangan yang menargetkan sistem DGFiP.

Melalui sebuah forum di dark web, kelompok tersebut mengaku memperoleh data dari 250.000 akun pertanahan yang mencakup sekitar 2 juta pemilik tanah dan properti.

Klaim tersebut lebih besar dibandingkan jumlah sekitar 200.000 akun administrasi pertanahan yang disebut menjadi sasaran dalam serangan pada Juli 2026. Investigasi otoritas masih berlangsung untuk memastikan secara tepat volume data yang benar-benar dicuri.

Zerobytes juga mengeklaim berhasil memperoleh akses ke virtual private network atau VPN yang digunakan oleh pejabat pajak Prancis. VPN merupakan jaringan privat yang digunakan untuk memberikan akses aman ke sistem internal melalui jaringan lain.

Kelompok tersebut diketahui pernah dikaitkan dengan sejumlah serangan siber terhadap sistem komputer pemerintah Prancis.

Bukan Serangan Siber Besar Pertama pada 2026

Serangan terhadap DGFiP bukan satu-satunya insiden keamanan digital berskala besar yang dialami lembaga pemerintah Prancis sepanjang 2026.

Pada April 2026, Agence Nationale des Titres Sécurisés (ANTS), badan yang menangani permohonan dokumen identitas di Prancis, juga menjadi sasaran serangan siber besar.

Serangan terhadap ANTS tersebut berdampak terhadap data hampir 12 juta individu dan tenaga profesional.

Baca Juga: PBB Bogor Gratis di Bawah Rp100 Ribu hingga 2029

Insiden lain juga terjadi pada Februari 2026. Kementerian Keuangan Prancis ketika itu mengungkapkan adanya pembobolan sistem komputer dalam skala besar yang mengakibatkan data sekitar 1,2 juta rekening bank dicuri.

Rangkaian kejadian tersebut memperlihatkan bahwa isu perlindungan data pemerintahan menjadi perhatian besar di Prancis pada tahun ini. Dalam kasus terbaru, otoritas masih berupaya mengidentifikasi secara rinci dampak pencurian data wajib pajak Prancis serta memastikan jumlah pihak yang benar-benar terkena dampak.

Sumber Terkait:

  • Direction Générale des Finances Publiques Prancis
  • Kementerian Ekonomi dan Keuangan Prancis
Muhammad Naufal Arya Saka

Muhammad Naufal Arya Saka

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Cara Isi Daftar Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh di SPT Tahunan WPOP

April 30, 2026
Lupa Sampaikan Pemberitahuan NPPN, Ini Risikonya bagi WP Orang Pribadi

Faktur Pajak “Tidak Ada” Tidak Dapat Dikreditkan, Namun Faktur Terlambat Masa Pajak Masih Bisa Dikreditkan: Putusan Majelis Dalam Sengketa Ppn

4
MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

4
Banjir Aturan Baru DJP: Dari Pedoman MAP, Pengaduan, hingga Insentif Magang

DJP Bongkar Sindikat ‘Desa’ Faktur Pajak Fiktif, Negara Rugi Rp180 Miliar

4
Pemerintah Targetkan PDB Manufaktur Nonmigas Tumbuh 5,51% pada 2026

Pemerintah Targetkan PDB Manufaktur Nonmigas Tumbuh 5,51% pada 2026

3
Data Wajib Pajak Prancis Dicuri dalam Serangan Siber

Data Wajib Pajak Prancis Dicuri dalam Serangan Siber

August 19, 2026
Hitung Penghasilan Suami-Istri, Otoritas Pajak Terapkan Agregasi Omzet UMKM

Mobile Tax Unit Dekatkan Layanan Pajak UMKM di Wonogiri

August 19, 2026
Gebrakan Bapenda Bengkulu: Pemutihan Pajak Kendaraan dan Diskon Mutasi Resmi Digelar

Insentif Pajak Kendaraan Kalsel Berlaku hingga 30 November

August 19, 2026
Diskon Pajak PBB Minahasa Utara Berlaku Juni-Agustus!

PBB Bogor Gratis di Bawah Rp100 Ribu hingga 2029

August 19, 2026

Recent News

Data Wajib Pajak Prancis Dicuri dalam Serangan Siber

Data Wajib Pajak Prancis Dicuri dalam Serangan Siber

August 19, 2026
Hitung Penghasilan Suami-Istri, Otoritas Pajak Terapkan Agregasi Omzet UMKM

Mobile Tax Unit Dekatkan Layanan Pajak UMKM di Wonogiri

August 19, 2026
Gebrakan Bapenda Bengkulu: Pemutihan Pajak Kendaraan dan Diskon Mutasi Resmi Digelar

Insentif Pajak Kendaraan Kalsel Berlaku hingga 30 November

August 19, 2026
Diskon Pajak PBB Minahasa Utara Berlaku Juni-Agustus!

PBB Bogor Gratis di Bawah Rp100 Ribu hingga 2029

August 19, 2026

Graha Binakarsa
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi Kota Jakarta Selatan, Jakarta 12940 (021) 21909087

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version