website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
    • Studi Kasus
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan MA
    • Putusan Pengadilan Pajak
Sunday, 1 February 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
    • Studi Kasus
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan MA
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home PajakNow Tools Narasi Data Pajak

Belanja Perpajakan: Saat Negara “Mengikhlaskan” Penerimaan Pajak Demi Rakyat

Johannes Albert by Johannes Albert
January 7, 2026
in Narasi Data Pajak
0 0
0
Data Konkret SP2DK Jadi Senjata DJP untuk Pemeriksaan Pajak
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA — Istilah keringanan pajak sering terdengar, tetapi tidak banyak yang memahami konsep besarnya: ketika pemerintah memilih untuk tidak memungut pajak tertentu yang sebenarnya “bisa” dipungut. Dalam literatur kebijakan fiskal, praktik ini dikenal sebagai belanja perpajakan atau tax expenditure.

Sederhananya, belanja perpajakan adalah bentuk “bantuan” yang tidak diberikan lewat uang tunai atau belanja langsung, melainkan lewat pengurangan kewajiban pajak melalui aturan tertentu. Cara ini dipakai untuk meringankan beban masyarakat, menjaga daya beli, memperkuat sektor-sektor prioritas, hingga mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja.

Belanja perpajakan adalah “ruang napas” fiskal: negara tidak memungut sebagian penerimaan agar ekonomi tetap bergerak, daya beli terjaga, dan pelaku usaha—terutama UMKM—tetap bertahan.

Apa Itu Belanja Perpajakan?

Belanja perpajakan timbul ketika terdapat ketentuan khusus—misalnya pembebasan, keringanan, tarif preferensial, atau skema tertentu—yang berbeda dari sistem pemajakan umum. Akibatnya, penerimaan pajak yang masuk ke kas negara menjadi lebih kecil dibandingkan jika aturan khusus tersebut tidak ada.

Pemerintah merancang belanja perpajakan secara terarah untuk merespons dinamika ekonomi global dan nasional. Arah kebijakannya antara lain: menjaga daya beli, menarik investasi, meningkatkan kualitas SDM, dan mendukung UMKM, sejalan dengan kebijakan fiskal dalam dokumen RAPBN.

Tren belanja perpajakan Indonesia 2021–2026 (dalam triliun rupiah)

Tren 2021–2026: Nilainya Terus Naik

Catatan pemerintah menunjukkan belanja perpajakan mengalami tren kenaikan dari tahun ke tahun. Berikut ringkasannya:

  • 2021: sekitar Rp293 triliun
  • 2024: menjadi Rp400,1 triliun
  • 2025 (proyeksi): naik ke Rp530,3 triliun (+32,5%)
  • 2026 (arah kebijakan RAPBN): diperkirakan Rp563,6 triliun (+6,3%)

Kenaikan ini menegaskan peran belanja perpajakan sebagai instrumen kebijakan fiskal yang semakin aktif digunakan untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Komposisi belanja perpajakan berdasarkan jenis pajak

Rincian Belanja Perpajakan 2024: PPN & PPnBM Paling Dominan

Secara terperinci, belanja perpajakan yang direalisasikan pada 2024 terdiri dari:

  • PPN dan PPnBM: Rp227,8 triliun
  • PPh: Rp140,7 triliun
  • Bea masuk dan cukai: Rp31,3 triliun
  • PBB: sekitar Rp100 miliar
  • Bea meterai: sekitar Rp300 miliar

Porsi PPN & PPnBM menjadi yang paling besar, yakni sekitar 56,9% dari total belanja perpajakan. Menariknya, porsi ini banyak menyasar masyarakat dan pelaku usaha kecil.

Kenapa PPN & PPnBM Besar?

  • Pembebasan PPN atas barang kebutuhan pokok serta hasil perikanan dan kelautan (sekitar 28,1%).
  • PPN tidak dipungut bagi pelaku usaha dengan omzet ≤ Rp4,8 miliar per tahun (sekitar 24,4%).

Belanja PPh: UMKM dan Dividen Jadi Sorotan

Belanja PPh berkontribusi sekitar 35,2% dari total belanja perpajakan 2024. Dua fasilitas utamanya adalah:

  • PPh Final UMKM (0,5%) — menyumbang sekitar 21,1%.
  • Pembebasan PPh atas dividen bagi wajib pajak dalam negeri — sekitar 14,86%.

Tanpa narasi yang jelas, insentif pajak mudah disalahpahami. Publik perlu tahu apa, untuk siapa, dan mengapa negara memilih tidak memungut pajak tertentu.

Tantangan Besar: Menarasikan “Kebaikan Fiskal”

Tantangan belanja perpajakan bukan hanya soal angka, tetapi komunikasi kebijakan. Tanpa narasi yang utuh, insentif pajak kerap dipersepsikan keliru, padahal banyak dirancang untuk menjaga konsumsi rumah tangga, memperkuat UMKM, dan menggerakkan ekonomi nasional.

Sumber Terkait

  • Kementerian Keuangan — Nota Keuangan RAPBN TA 2026
  • Badan Kebijakan Fiskal — Tax Expenditure Report
  • DJP — Mengenal Tax Expenditure
Johannes Albert

Johannes Albert

Next Post
Belum Punya NPWP tapi Dapat SP2DK? Ini Hak dan Batas Waktu Tanggapan WP

Belum Punya NPWP tapi Dapat SP2DK? Ini Hak dan Batas Waktu Tanggapan WP

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Panduan Lengkap Cara Menanggapi SPKKP di Coretax DJP

Panduan Lengkap Menggunakan Simulator Coretax untuk Pengisian SPT Tahunan PPh Badan

October 9, 2025
Ingin Download NPWP Elektronik? Pastikan Akun Coretax Anda Sudah Aktif, Ini Langkah Resminya

Bukti Potong A1 Kini Bisa Diunduh di Coretax, Ini Panduan Lengkap Lapor SPT

January 6, 2026
DJP Gunakan Data Beneficial Ownership untuk Pemeriksaan

Catat! Laporan Keuangan Satu Pintu Resmi Berlaku Mulai 2027

October 20, 2025
Lupa Sampaikan Pemberitahuan NPPN, Ini Risikonya bagi WP Orang Pribadi

Faktur Pajak “Tidak Ada” Tidak Dapat Dikreditkan, Namun Faktur Terlambat Masa Pajak Masih Bisa Dikreditkan: Putusan Majelis Dalam Sengketa Ppn

4
Makan Bergizi Gratis untuk 15 Juta Warga Didukung Pajak Rp8,2T

Makan Bergizi Gratis untuk 15 Juta Warga Didukung Pajak Rp8,2T

0
HUT 80 RI, Mimika Hapus Sanksi Pajak Daerah

HUT 80 RI, Mimika Hapus Sanksi Pajak Daerah

0
PKB Ingatkan Sri Mulyani: Pajak dan Zakat Berbeda, Jangan Disamakan

PKB Ingatkan Sri Mulyani: Pajak dan Zakat Berbeda, Jangan Disamakan

0
KPP Surakarta Kerahkan Satgas Khusus: Pastikan Wajib Pajak Lancar Lapor SPT via Coretax

KPP Surakarta Kerahkan Satgas Khusus: Pastikan Wajib Pajak Lancar Lapor SPT via Coretax

February 1, 2026

Kabar Gembira! Pemerintah Siapkan Diskon Tiket Mudik Lebaran 2026 untuk Dongkrak Daya Beli

February 1, 2026
Negosiasi Tarif dengan AS Diklaim Lancar, Ada ‘Kejutan’ Besar Bagi Eksportir Nasional

Negosiasi Tarif dengan AS Diklaim Lancar, Ada ‘Kejutan’ Besar Bagi Eksportir Nasional

February 1, 2026
Kabar Gembira! Pemerintah Godok Diskon Tiket Pesawat Mudik 2026 via PPN DTP Jumbo

Kabar Gembira! Pemerintah Godok Diskon Tiket Pesawat Mudik 2026 via PPN DTP Jumbo

February 1, 2026

Recent News

KPP Surakarta Kerahkan Satgas Khusus: Pastikan Wajib Pajak Lancar Lapor SPT via Coretax

KPP Surakarta Kerahkan Satgas Khusus: Pastikan Wajib Pajak Lancar Lapor SPT via Coretax

February 1, 2026

Kabar Gembira! Pemerintah Siapkan Diskon Tiket Mudik Lebaran 2026 untuk Dongkrak Daya Beli

February 1, 2026
Negosiasi Tarif dengan AS Diklaim Lancar, Ada ‘Kejutan’ Besar Bagi Eksportir Nasional

Negosiasi Tarif dengan AS Diklaim Lancar, Ada ‘Kejutan’ Besar Bagi Eksportir Nasional

February 1, 2026
Kabar Gembira! Pemerintah Godok Diskon Tiket Pesawat Mudik 2026 via PPN DTP Jumbo

Kabar Gembira! Pemerintah Godok Diskon Tiket Pesawat Mudik 2026 via PPN DTP Jumbo

February 1, 2026

Graha Binakarsa
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi Kota Jakarta Selatan, Jakarta 12940 (021) 21909087

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
    • Studi Kasus
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan MA
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version