JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan sejumlah kementerian dan lembaga (K/L) mulai mengakselerasi penyerapan anggaran dan realisasi belanja menjelang akhir tahun. Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Airlangga meyakini peningkatan belanja pemerintah akan memberi efek berganda terhadap aktivitas ekonomi. Dengan tren tersebut, ia optimistis target pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 5,2% dapat tercapai, bahkan berpeluang meningkat pada kuartal terakhir tahun ini.
“Dengan tadi sebagian dari K/L penggunaan anggarannya juga baik, maka target pertumbuhan ekonomi 5,2% tahun ini Insyaallah tercapai dan kuartal IV/2025 Insyaallah naik di atas 5,4%.”
— Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga dalam sidang kabinet paripurna pada Selasa (16/12/2025). Ia menegaskan pemerintah tidak hanya mengandalkan belanja K/L, melainkan juga berupaya mendorong konsumsi domestik agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.
Stimulus Nataru Jadi Motor Konsumsi
Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah menyiapkan paket stimulus konsumsi selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Salah satu kebijakan yang disiapkan adalah diskon tarif transportasi di berbagai moda.
Airlangga mengungkapkan diskon tersebut mencakup tiket kereta api hingga 30%, angkutan laut Pelni hingga 20%, penyeberangan ASDP hingga 13%, serta potongan harga tiket pesawat. Program ini berlaku mulai 20 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
“Program diskon transportasi ini diharapkan mendorong mobilitas masyarakat dan meningkatkan konsumsi selama libur akhir tahun.”
Diskon Ritel dan Target Transaksi Rp120 Triliun
Selain sektor transportasi, pemerintah juga mendorong diskon besar-besaran di pusat perbelanjaan. Menurut Airlangga, mayoritas mal di Indonesia menawarkan diskon hingga 80% untuk menggairahkan belanja masyarakat.
Dengan kebijakan tersebut, transaksi di pusat perbelanjaan diperkirakan mencapai Rp30 triliun. Sementara itu, diskon di ritel kecil dan menengah diproyeksikan mencetak transaksi tambahan hingga Rp56 triliun.
Secara keseluruhan, total belanja masyarakat pada Desember 2025 diperkirakan berada di kisaran Rp110 triliun hingga Rp120 triliun.
Di samping stimulus belanja, pemerintah juga memanfaatkan agenda nasional dan internasional untuk mengerek konsumsi. Airlangga mencatat sedikitnya terdapat 37 kegiatan sepanjang Desember 2025 yang berpotensi mendorong pergerakan masyarakat dan aktivitas ekonomi domestik.
“Kegiatan tersebut mencakup event nusantara, MICE, hingga agenda nasional yang telah dikurasi dan diumumkan ke publik,” pungkas Airlangga.















