YEREVAN — Pemerintah Armenia resmi memperpanjang periode pembebasan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) untuk kendaraan listrik hingga 31 Desember 2026, suatu langkah strategis untuk mempercepat peralihan ke mobilitas ramah lingkungan.
“Mengingat dampak positif yang telah kami lihat, kami mengusulkan untuk memperpanjang batas waktu satu tahun lagi hingga 31 Desember 2026,” ujar Menteri Ekonomi Gevorg Papoyan usai rapat kabinet pada 16 Oktober 2025.
Baca juga: Norwegia hapus insentif pajak mobil listrik mulai 2027
Pembebasan PPN ini berlaku untuk berbagai jenis kendaraan listrik — dari bus besar dan sedang, mobil penumpang hingga sepeda motor listrik. Kebijakan ini pertama kali diperkenalkan pada 2019 dan telah terbukti meningkatkan impor kendaraan listrik secara signifikan.
Data yang disampaikan menunjukkan bahwa pada 2023, impor kendaraan listrik mencapai 9.635 unit, tumbuh 75 % dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, angka ini meningkat menjadi 11.793 unit, naik sekitar 22 %. Bahkan dibandingkan dengan 2019, volume impor sudah melonjak sekitar 17,6 kali lipat.
Selanjutnya, Armenia juga masih memanfaatkan kuota pembebasan bea masuk yang ditetapkan oleh Eurasian Economic Union — yakni sekitar 8.000 kendaraan listrik per tahun untuk 2023–2025 yang dapat diimpor tanpa bea masuk.
“Sejak awal tahun hingga 14 Oktober, Armenia telah mengimpor 14.888 kendaraan listrik, 3 bus listrik, dan 2.634 sepeda motor. Sebuah indikasi lain dari efektivitas insentif ini.” — Gevorg Papoyan
Insentif ini diharapkan tidak hanya memperbarui armada kendaraan yang ada — yang selama ini masih didominasi kendaraan berbahan bakar fosil — tetapi juga mendukung target jangka panjang Armenia untuk mobilitas yang lebih bersih dan efisien.
Baca Juga : Norwegia siap akhiri insentif PPN mobil listrik pada 2027















