JAKARTA – Pemerintah mulai memperkuat strategi diversifikasi impor liquefied petroleum gas (LPG) guna mengantisipasi dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah terhadap pasokan energi nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah tengah meningkatkan impor LPG dari negara-negara non-Timur Tengah, termasuk Amerika Serikat dan Australia. Kebijakan ini ditempuh untuk memastikan pasokan energi tetap aman, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Dengan kondisi sekarang, yang di Timur Tengah kita pecah lagi, untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika Serikat dan beberapa negara lain.”
— Bahlil Lahadalia
Menurut Bahlil, pada akhir pekan ini Indonesia juga akan menerima 2 kargo LPG dari Australia. Tambahan pasokan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memperluas sumber impor agar tidak terlalu bergantung pada kawasan tertentu.
Porsi Impor dari AS dan Timur Tengah Berubah
Bahlil menjelaskan bahwa saat ini kontribusi Amerika Serikat terhadap total impor LPG Indonesia telah meningkat menjadi 72%. Sementara itu, negara-negara Timur Tengah kini hanya menyumbang sekitar 20% dari keseluruhan impor LPG nasional.
Komposisi ini berubah cukup signifikan dibandingkan kondisi sebelum memanasnya konflik di Timur Tengah. Sebelumnya, sekitar 52% impor LPG Indonesia berasal dari AS, sedangkan 48% sisanya dipenuhi oleh negara-negara Timur Tengah.
Perubahan sumber pasokan ini menunjukkan pemerintah sedang menata ulang strategi pengadaan energi, dengan fokus pada negara pemasok yang dinilai lebih aman dari risiko gangguan geopolitik.
Pasokan Menjelang Lebaran Dipastikan Aman
Pemerintah menilai peningkatan impor dari negara non-Timur Tengah, terutama AS dan Australia, akan membantu menjaga stabilitas pasokan LPG domestik. Hal ini menjadi penting mengingat kebutuhan energi masyarakat biasanya meningkat menjelang libur panjang dan perayaan hari besar keagamaan.
Saat ini, cadangan LPG nasional disebut mampu memenuhi kebutuhan konsumsi selama 15,66 hari. Angka tersebut dinilai cukup untuk menjaga ketersediaan LPG dalam jangka pendek sambil menunggu tambahan pasokan masuk dari luar negeri.
Bahlil pun menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan LPG ataupun energi lainnya dalam waktu dekat.
“Cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG insyaallah aman.”
— Bahlil Lahadalia
Dengan strategi diversifikasi impor ini, pemerintah berharap ketahanan energi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran dapat terpenuhi tanpa gangguan berarti.















