website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Wednesday, 4 November 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Impor Bebas Bea, RI Tetap Wajibkan Sertifikasi Halal Produk AS

Muhammad Naufal Arya Saka by Muhammad Naufal Arya Saka
February 27, 2026
in Nasional
0 0
0
Impor Bebas Bea, RI Tetap Wajibkan Sertifikasi Halal Produk AS
0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Kesepakatan perdagangan bilateral melalui The Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) membawa perubahan besar bagi arus barang impor. Meski 99% produk asal Negeri Paman Sam kelak akan menikmati tarif bea masuk nol persen, Indonesia menegaskan tidak akan melonggarkan aturan krusial terkait kehalalan produk.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memastikan bahwa kewajiban sertifikasi halal untuk seluruh produk makanan dan minuman yang diimpor dari AS tetap berlaku mutlak. Kebijakan strategis ini sengaja dipertahankan sebagai benteng utama perlindungan bagi konsumen di dalam negeri.

“Indonesia tetap memberlakukan sertifikasi halal untuk produk makanan dan minuman. Hal ini dibutuhkan seiring dengan meningkatnya permintaan pasar Indonesia terhadap produk halal berkualitas tinggi, terutama produk daging.”

— Kemenko Perekonomian

Baca Juga: Baru Dirilis, Fitur Coretax Form Sukses Gaet Ratusan Wajib Pajak

Pengakuan Timbal Balik & Label Transparansi

Untuk memperlancar proses impor tanpa mengorbankan akurasi verifikasi, Indonesia dan AS telah menyepakati skema Mutual Recognition Agreement (MRA) yang melibatkan Lembaga Halal Luar Negeri (LHLN) di Amerika Serikat. Melalui kolaborasi ini, label halal yang diterbitkan oleh otoritas tersertifikasi di AS akan otomatis diakui keabsahannya oleh pemerintah Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah juga mengambil langkah tegas terkait transparansi informasi. Produk makanan dan minuman impor dari AS yang terbukti mengandung bahan-bahan non-halal diwajibkan untuk mencantumkan keterangan “non-halal” secara jelas pada kemasannya, agar konsumen tidak terkecoh.

Baca Juga: Resmi Berlaku! Impor Barang Amal & Bencana Kini Bebas Bea Masuk

Fokus Perlindungan Konsumen: Standar mutu, good manufacturing practice (GMP), dan detail konten juga wajib dilampirkan secara ketat untuk produk manufaktur, kosmetik, serta alat kesehatan asal AS.

Menghapus Hambatan Non-Tarif

Di luar isu kehalalan dan standar keamanan produk, dokumen perjanjian ART juga mengharuskan Indonesia untuk merelaksasi berbagai kebijakan pembatasan arus perdagangan. Pemerintah telah berkomitmen untuk mulai menghapus hambatan non-tarif bagi AS yang kerap menjadi keluhan.

Beberapa kemudahan yang ditawarkan mencakup penyederhanaan kerumitan perizinan impor, pelonggaran syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), hingga sinkronisasi pengakuan standar mutu produk dari otoritas Amerika. Langkah komprehensif ini diharapkan mampu menggerakkan roda perdagangan bilateral, sembari tetap menjaga rasa aman bagi masyarakat Indonesia selaku konsumen akhir.

Sumber Terkait:

  • Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI
  • Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag
Muhammad Naufal Arya Saka

Muhammad Naufal Arya Saka

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Ketentuan Baru Pelaporan Struktur Manajemen Perusahaan dalam Coretax.

April 30, 2026
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026: Ada Diskon hingga Penghapusan Denda

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026: Ada Diskon hingga Penghapusan Denda

18
Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

10
Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

6
Memahami Penghitungan PPh Final bagi Pengusaha Kecil pada 2026

Memahami Penghitungan PPh Final bagi Pengusaha Kecil pada 2026

5
Simulasi Fiskal APBN: Kemenkeu Perkuat Kolaborasi Daerah

Simulasi Fiskal APBN: Kemenkeu Perkuat Kolaborasi Daerah

November 4, 2026
NIK Salah di Pendaftaran UKP? Peserta Bisa Memperbaikinya Lewat SSO

NIK Salah di Pendaftaran UKP? Peserta Bisa Memperbaikinya Lewat SSO

November 4, 2026
Anggaran Kesehatan 2026 Capai Rp247,3 Triliun, Insentif Pajak Rp21 Triliun

Anggaran Kesehatan 2026 Capai Rp247,3 Triliun, Insentif Pajak Rp21 Triliun

November 4, 2026
SPP-TDLN Mulai Berlaku, Begini Mekanisme Pemungutan PPN Digital

SPP-TDLN Mulai Berlaku, Begini Mekanisme Pemungutan PPN Digital

November 4, 2026

Recent News

Simulasi Fiskal APBN: Kemenkeu Perkuat Kolaborasi Daerah

Simulasi Fiskal APBN: Kemenkeu Perkuat Kolaborasi Daerah

November 4, 2026
NIK Salah di Pendaftaran UKP? Peserta Bisa Memperbaikinya Lewat SSO

NIK Salah di Pendaftaran UKP? Peserta Bisa Memperbaikinya Lewat SSO

November 4, 2026
Anggaran Kesehatan 2026 Capai Rp247,3 Triliun, Insentif Pajak Rp21 Triliun

Anggaran Kesehatan 2026 Capai Rp247,3 Triliun, Insentif Pajak Rp21 Triliun

November 4, 2026
SPP-TDLN Mulai Berlaku, Begini Mekanisme Pemungutan PPN Digital

SPP-TDLN Mulai Berlaku, Begini Mekanisme Pemungutan PPN Digital

November 4, 2026

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version