website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Friday, 30 October 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Internasional

Aturan Pajak Homestay Wales Bakal Direvisi, Pelaku Usaha Pariwisata Beri Respons Keras

Johannes Albert by Johannes Albert
September 5, 2025
in Internasional
0 0
0
Kabar Gembira! Pemerintah AS Bebaskan Pajak Tip untuk 68 Jenis Pekerjaan
0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

WALES – Aturan pajak kontroversial bagi pemilik akomodasi liburan mandiri di Wales kemungkinan besar akan diubah. Pemerintah Wales tengah mengajukan usulan baru yang dinilai lebih fleksibel, setelah aturan ketat yang berlaku sejak 2023 menuai banyak kritik.

Sejak tahun 2023, properti sewa mandiri wajib tersedia selama 252 hari dan benar-benar disewakan minimal 182 hari setiap tahun agar tetap membayar non-domestic rates (pajak usaha) alih-alih tarif council tax yang lebih tinggi. Namun, pemerintah kini mengusulkan sistem rata-rata 182 hari sewa dalam beberapa tahun, bukan hitungan tahunan yang kaku.

“Kami mendengarkan masukan dari masyarakat dan pelaku usaha. Usulan perubahan ini merupakan penyesuaian kecil yang bertujuan meringankan beban,” kata Sekretaris Kabinet Keuangan dan Bahasa Wales, Mark Drakeford.

Baca Juga: IHF Desak Pemerintah Irlandia Turunkan PPN Salon Jadi 9%

Namun, usulan tersebut langsung menuai kritik. Masyarakat bahasa Wales Cymdeithas yr Iaith menilai pemerintah seharusnya fokus pada krisis perumahan, bukan melonggarkan aturan baru. Sementara Asosiasi Profesional Pengelola Homestay (Pasc) menyebut revisi itu hanya “gestur simbolis” yang tidak menyentuh akar masalah industri pariwisata.

Politisi oposisi juga angkat bicara. Konservatif Wales, Gareth Davies, menyebut aturan 182 hari telah “merusak industri pariwisata” dan berjanji akan menurunkan ambang batas menjadi 105 hari jika partainya berkuasa. Sementara Plaid Cymru menyambut baik fleksibilitas baru, meski tetap menilai ambang batas 182 hari menjadi sumber kecemasan bagi bisnis kecil di pedesaan.

“Sekadar mengutak-atik aturan tidak akan membantu bisnis yang tengah kesulitan. Yang dibutuhkan adalah penurunan batas ambang yang signifikan,” ujar Gareth Davies.

Aturan lama di Inggris sebelumnya hanya mewajibkan 140 hari tersedia dan 70 hari benar-benar disewa. Tetapi Wales memilih standar jauh lebih tinggi, sehingga banyak properti berpotensi dianggap rumah kedua dan terkena council tax premium. Menurut data, 40% homestay di Wales gagal memenuhi ambang batas sejak 2023.

Dalam usulan baru, hingga 14 hari sewa gratis untuk amal dapat dihitung menuju target 182 hari. Konsultasi publik akan dibuka hingga 20 November 2025, dan jika disetujui, perubahan akan berlaku mulai 1 April 2026.

Baca Juga: Malta Naikkan Tarif Pajak Efektif Jadi 15% untuk Multinasional

Kritik keras juga datang dari Asosiasi Pariwisata Wales. Mereka menilai banyak operator terpaksa memberikan diskon besar hanya untuk memenuhi 182 hari, sesuatu yang “tidak berkelanjutan”. Sejumlah pemilik homestay bahkan menerima tagihan council tax dan premi rumah kedua hingga puluhan ribu pound secara retroaktif.

“Industri pariwisata kehilangan lebih dari seperempat pengunjung menginap sejak aturan ini diterapkan. Pemilik usaha bekerja lebih keras hanya untuk bertahan, dengan 85% terpaksa memberi diskon,” ungkap Direktur Pasc UK Cymru, Nicky Williamson.

Baca Juga: Denmark Pangkas Pajak Listrik Hampir Nol untuk Ringankan Ekonomi

Di sisi lain, ada pula kisah personal yang menggambarkan dampak aturan ini. Wendy Kennedy, pemilik homestay di Gower Peninsula, Swansea, mengaku mulai kehilangan semangat. Meski awalnya usaha ini menjadi petualangan menyenangkan, kini ia merasa terus dihantui kemungkinan gagal memenuhi aturan 182 hari.

“Kami suka menerima tamu, tapi di balik itu ada tekanan besar. Jika gagal, kami bisa dianggap rumah kedua dan terkena pajak mahal,” ungkap Wendy.

Dengan berbagai kritik yang muncul, konsultasi publik akan menjadi ujian penting. Apakah pemerintah Wales akan benar-benar meringankan beban usaha pariwisata atau tetap mempertahankan standar tinggi yang memicu keresahan, masih harus ditunggu hingga keputusan final di Senedd.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai sistem perpajakan di Inggris dan Wales, masyarakat dapat mengakses situs resmi Pemerintah Inggris (Gov.UK).

Tags: aturan pajakInggris Rayapajak homestayPajak Propertipariwisatareformasi pajakWales
Johannes Albert

Johannes Albert

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Ketentuan Baru Pelaporan Struktur Manajemen Perusahaan dalam Coretax.

April 30, 2026
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026: Ada Diskon hingga Penghapusan Denda

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026: Ada Diskon hingga Penghapusan Denda

14
Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

10
Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

6
Memahami Penghitungan PPh Final bagi Pengusaha Kecil pada 2026

Memahami Penghitungan PPh Final bagi Pengusaha Kecil pada 2026

5
DTA Jersey-Oman Diteken, Investasi Dua Arah Didorong

DTA Jersey-Oman Diteken, Investasi Dua Arah Didorong

October 30, 2026
Metode Koreksi Laporan Pajak Beralih, Wajib Pajak Perlu Cermati Aturan Baru

Metode Koreksi Laporan Pajak Beralih, Wajib Pajak Perlu Cermati Aturan Baru

October 30, 2026
Kebijakan Fiskal Indonesia Jadi Kunci Pendanaan Energi Bersih

Kebijakan Fiskal Indonesia Jadi Kunci Pendanaan Energi Bersih

October 30, 2026
DJP Dorong Profesionalisme Konsultan Pajak dalam Edukasi

DJP Dorong Profesionalisme Konsultan Pajak dalam Edukasi

October 30, 2026

Recent News

DTA Jersey-Oman Diteken, Investasi Dua Arah Didorong

DTA Jersey-Oman Diteken, Investasi Dua Arah Didorong

October 30, 2026
Metode Koreksi Laporan Pajak Beralih, Wajib Pajak Perlu Cermati Aturan Baru

Metode Koreksi Laporan Pajak Beralih, Wajib Pajak Perlu Cermati Aturan Baru

October 30, 2026
Kebijakan Fiskal Indonesia Jadi Kunci Pendanaan Energi Bersih

Kebijakan Fiskal Indonesia Jadi Kunci Pendanaan Energi Bersih

October 30, 2026
DJP Dorong Profesionalisme Konsultan Pajak dalam Edukasi

DJP Dorong Profesionalisme Konsultan Pajak dalam Edukasi

October 30, 2026

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version