ATHENA – Pemerintah menyiapkan paket keringanan pajak Yunani dengan nilai mencapai €2,2 miliar atau sekitar Rp45,11 triliun. Kebijakan tersebut dirancang untuk mendukung dunia usaha dan rumah tangga di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengatakan pemerintah tidak hanya menyiapkan insentif perpajakan. Mulai 2026, pemerintah juga merancang skema pinjaman baru senilai total €7 miliar yang ditujukan bagi pelaku usaha dan rumah tangga.
“Pemerintah ingin meningkatkan investasi, memperkuat sektor manufaktur hingga tumbuh menjadi 12%, dan mendorong produktivitas UMKM,” kata Mitsotakis, dikutip pada Senin (7/9/2026).
Pembayaran Pajak di Muka Badan Dipangkas Bertahap
Salah satu bagian penting dalam paket kebijakan tersebut adalah pemangkasan tarif pembayaran pajak di muka bagi wajib pajak badan. Penurunan tarif akan dilakukan secara bertahap mulai 2028.
Pemerintah akan memangkas tarif pembayaran pajak di muka sebesar 5 poin persentase setiap tahun. Melalui tahapan tersebut, tarif yang saat ini berada pada level 80% ditargetkan turun menjadi 50% pada 2031.
Pemerintah juga akan menghapus pungutan usaha atau business trade fee bagi badan usaha yang memiliki kantor pusat maupun cabang di luar wilayah Attica. Penghapusan pungutan tersebut mulai berlaku pada 2027.
Perlakuan berbeda diterapkan untuk badan usaha di wilayah Attica. Pemerintah akan memangkas pungutan usaha sebesar 50% pada 2028, sebelum menghapusnya secara penuh pada 2029.
Penyusutan Peralatan Usaha Dipercepat
Insentif lain diberikan melalui perubahan periode penyusutan biaya pembaruan peralatan usaha. Pemerintah akan memperpendek periode penyusutan tersebut dari sebelumnya 10 tahun menjadi 6 tahun.
Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong perusahaan mempercepat investasi sekaligus melakukan modernisasi terhadap peralatan yang digunakan dalam kegiatan usahanya.
Di sisi lain, pemerintah berencana menaikkan pajak atas penghasilan yang diterima anggota dewan direksi dan eksekutif senior dari laba perusahaan. Penghasilan di atas €60.000 akan dikenai pajak sebesar 15%, naik dari tarif sebelumnya yang hanya 5%.
Keringanan bagi Pekerja Bebas dan Profesional
Paket keringanan pajak Yunani turut menyasar pekerja bebas dan kalangan profesional. Pemerintah akan menghapus sejumlah kriteria dalam skema penghitungan pajak presumtif atau PPh final yang dinilai paling membebani kelompok tersebut.
Kriteria yang akan dihapus antara lain tambahan penghitungan berdasarkan omzet dan biaya penggajian. Perubahan tersebut diperkirakan memberikan manfaat secara langsung kepada lebih dari 155.000 profesional.
Keringanan tambahan diberikan kepada wajib pajak yang patuh menggunakan sistem pencatatan dan faktur elektronik myDATA. Bagi kelompok tersebut, pembayaran pajak di muka akan diturunkan dari 55% menjadi 50% untuk pelaporan pajak penghasilan pada 2027.
Insentif untuk Usaha di Permukiman Kecil
Pemerintah juga memberikan perlakuan khusus kepada pelaku usaha yang tinggal sekaligus menjalankan kegiatan usaha di permukiman berpenduduk kurang dari 2.000 orang. Untuk kelompok ini, kriteria penghitungan PPh final akan dipangkas sebesar 50%.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari rangkaian insentif yang disiapkan pemerintah untuk menjangkau pelaku usaha dan profesional di berbagai wilayah Yunani.
Petani Mendapat Pengembalian Pajak Bahan Bakar
Untuk sektor pertanian, pemerintah akan mengembalikan pajak konsumsi khusus atas bahan bakar kepada petani secara langsung di pompa. Kebijakan pengembalian pajak tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 1 November 2026.
Selain pengembalian pajak bahan bakar, sebanyak 50.000 petani profesional akan memperoleh tarif pajak 0% atas laba hingga €20.000.
Mitsotakis mengatakan seluruh kebijakan tersebut akan segera diajukan untuk memperoleh pengesahan. Paket senilai €2,2 miliar itu menjadi bagian dari peta jalan pemerintah hingga 2031 untuk meningkatkan investasi, produktivitas, dan daya saing ekonomi Yunani.













