Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Keuangan Makis Keravnos usai sidang kabinet yang menyetujui perpanjangan program tersebut. Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi masyarakat berpenghasilan rendah dari tekanan biaya hidup.
“Langkah ini bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperbaiki standar hidup,” ujar Keravnos, dikutip Jumat (31/10/2025).
Kementerian Keuangan Siprus menilai, perpanjangan PPN 0% akan membantu rumah tangga mengurangi beban pengeluaran sehari-hari, sekaligus menjaga daya beli kelompok rentan di tengah kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.
Baca juga: Thailand Bantah Dapat Keringanan Bea Masuk dari AS
Fasilitas ini mencakup berbagai barang kebutuhan dasar seperti susu anak-anak, popok bayi dan dewasa, produk kebersihan wanita, serta buah dan sayuran. Pemerintah menegaskan, meskipun inflasi kini telah mencapai titik nol, perlindungan terhadap masyarakat rentan tetap menjadi prioritas.
“Meskipun inflasi tercatat 0% pada 2025, pemerintah percaya bahwa langkah ini melindungi kelompok rentan dan mempertahankan daya beli masyarakat,” kata Keravnos, dilansir dari Cyprus Mail.
Baca Juga: Malta Beri Keringanan Pajak bagi Keluarga Beranak Dua
Kebijakan PPN 0% ini pertama kali diterapkan pada Desember 2023 sebagai bagian dari langkah pemerintah untuk menekan inflasi yang kala itu mencapai 4%. Awalnya, kebijakan ini hanya berlaku selama enam bulan hingga Mei 2024, namun kemudian diperpanjang beberapa kali hingga kini.
Pemerintah Siprus menilai keberlanjutan kebijakan ini penting agar masyarakat tetap dapat menikmati kestabilan harga, sekaligus mendorong pemulihan ekonomi pascapandemi.















