RI-China Kebut Investasi via Skema “Twin Parks”, KITB Jadi Fokus.

JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (China) semakin mempererat hubungan ekonomi dengan menyepakati skema kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP). Kesepakatan ini menjadi tonggak baru dalam upaya kedua negara membangun dan mengelola dua kawasan industri yang saling terhubung guna mengakselerasi arus investasi dan perdagangan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa TCTP bukan sekadar perjanjian di atas kertas. Tujuan utamanya adalah menciptakan sinergi industri yang konkret. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memastikan setiap poin kesepakatan memberikan dampak ekonomi nyata, terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas manufaktur domestik.

Dalam kerangka kerja sama ini, kedua negara berkomitmen untuk mengembangkan kawasan industri terintegrasi yang saling melengkapi (komplementer). Hal ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok regional serta memfasilitasi alih teknologi yang sangat dibutuhkan oleh industri nasional.

“Yang terpenting fokus pada implementasi dan pelaksanaan nyata dari perjanjian investasi yang telah disepakati, agar memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja… serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.”

Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, menyoroti terobosan penting dalam pertemuan bilateral kali ini. Salah satu poin kuncinya adalah kesepakatan percepatan pembentukan usaha patungan atau joint venture.

Ali menegaskan, skema joint venture ini didesain bukan hanya sebagai pintu masuk modal asing, melainkan sebagai instrumen untuk memastikan terjadinya transfer teknologi dan penguatan tata kelola kawasan berstandar internasional. Dengan demikian, nilai tambah ekonomi bagi Indonesia akan meningkat signifikan.

Bidik KITB dan Perluasan ke Tanjung Lesung

Sebagai langkah konkret, prioritas utama saat ini adalah menuntaskan kerja sama strategis antara Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dengan China State Construction Engineering (CSCEC), sebuah raksasa konstruksi global asal Tiongkok. Kemitraan ini diharapkan menjadi fondasi bisnis yang kokoh bagi implementasi TCTP.

Tak hanya berhenti di sektor manufaktur, pemerintah Indonesia juga mengajukan proposal perluasan kerja sama dengan memasukkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung ke dalam skema TCTP. Langkah ini diambil untuk mendiversifikasi portofolio investasi, membuka peluang di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pengolahan berbasis maritim.

Realisasi Konkret: TCTP telah menelurkan 18 proyek investasi dua arah senilai lebih dari RMB32,8 miliar, termasuk beroperasinya pabrik tekstil Honggang di Indonesia.

Selain nilai investasi yang jumbo, keberhasilan awal skema ini juga terlihat dari tembusnya produk unggulan Indonesia, seperti kelapa segar dan durian beku, ke pasar Tiongkok melalui pelabuhan Fuzhou. “Optimisme dan semangat besar mewarnai masa depan kerja sama Indonesia dan China melalui TCTP,” pungkas Ali.

Exit mobile version