PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang terus menggenjot penerimaan pajak daerah menjelang akhir 2025. Hingga pertengahan Oktober, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mencatat realisasi pajak baru mencapai Rp761,5 miliar atau 65,09% dari target Rp1,17 triliun.
Kepala Bapenda Kota Palembang Marhaen mengatakan capaian tersebut berasal dari 14 jenis pajak daerah. Menurutnya, sebagian besar sektor pajak telah mendekati target yang ditetapkan dalam APBD 2025.
“Dari 14 jenis pajak daerah, sebagian besar sudah mendekati target, dan kami optimistis hingga akhir tahun bisa tercapai, bahkan melampaui,” ujar Marhaen, Kamis (16/10/2025).
Pemkot Palembang kini berfokus mengejar sisa target sekitar Rp408,5 miliar dalam dua bulan terakhir sebelum tahun anggaran berakhir. Strategi intensifikasi pajak pun terus dilakukan, terutama di sektor-sektor potensial.
Pajak Barang dan Jasa Tertentu Jadi Andalan
Berdasarkan data Bapenda, penerimaan dari pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) atas tenaga listrik yang dihasilkan sendiri (non-PLN) sudah mencapai 94,03% dari target. Sementara PBJT atas makanan dan minuman mencatat realisasi 80,89% dari target Rp242,63 miliar.
Adapun PBJT sektor perhotelan telah mencapai 80,52%. Beberapa jenis pajak lain seperti PBJT jasa parkir, jasa kesenian dan hiburan, PBJT tenaga listrik dari PLN, serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) masih di bawah 76%.
Baca Juga : Pemkab Kendal Genjot Pajak Daerah dari Kawasan Ekonomi Khusus
Beberapa Sektor Masih Rendah
Marhaen menjelaskan, terdapat sektor dengan kinerja pajak yang masih tertinggal. Misalnya, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) baru mencapai 46,27% dari target Rp320 miliar, pajak air tanah 51,6%, opsen PKB 69,56%, dan opsen BBNKB 52,31%.
Sementara itu, pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB) baru terealisasi 28,13% dan pajak sarang burung walet hanya 13,84%. Menurutnya, tantangan pada sektor-sektor tersebut akan dijawab dengan pengawasan lebih intensif dan sosialisasi kepada wajib pajak.
Baca Juga : Semangat Hari Pahlawan, Mojokerto Hapus Denda Pajak hingga Akhir Tahun
“Kami akan bekerja maksimal di sisa waktu yang ada untuk mengumpulkan pundi-pundi pajak. Insyaallah target 2025 bisa tercapai,” tegas Marhaen, dilansir dari radarbahtera.com.















