Purbaya menegaskan bahwa seluruh data dan informasi mengenai arus barang keluar masuk Indonesia akan diintegrasikan melalui sistem INSW. Dengan demikian, LNSW dapat berfungsi layaknya pusat intelijen yang memantau seluruh aktivitas ekspor dan impor secara real time.
“Saya akan perbaiki IT-nya. Saya ingin LNSW menjadi semacam IT intelligence saya — saya tahu barang apa yang masuk, barang apa yang keluar, dan bisa membandingkan datanya,”
— Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan
Menurut Purbaya, sistem INSW akan dioptimalkan agar mampu mendeteksi potensi kecurangan dalam transaksi perdagangan internasional, seperti pelaporan harga di bawah nilai transaksi atau praktik under invoicing. Dengan sistem pemantauan yang kuat, pemerintah dapat menutup celah kebocoran penerimaan negara dari aktivitas ekspor-impor.
Baca juga:
- Wajib Pajak Tak Perlu Khawatir Isi Lampiran SPT di Era Coretax
- Cara Hapus NPWP Bagi Wajib Pajak yang Telah Meninggal
INSW sebagai Sistem Terpadu
Secara umum, sistem INSW berfungsi untuk mengintegrasikan seluruh dokumen dan informasi yang berkaitan dengan ekspor dan impor, mulai dari kepabeanan, kekarantinaan, hingga perizinan dan kegiatan di pelabuhan atau bandara. Dengan sistem ini, proses administrasi antarinstansi dapat berjalan secara otomatis dan terkoordinasi.
Integrasi data ini bertujuan meningkatkan transparansi, efisiensi, serta keamanan informasi dalam proses perdagangan internasional. Setiap lembaga yang terhubung dengan sistem INSW dapat mengakses data yang sama, sehingga tidak ada perbedaan atau penundaan dalam proses verifikasi dokumen.
“Saya ingin sistem pengawasan ekspor-impor kita secanggih di film-film, bisa langsung mendeteksi anomali harga atau nilai transaksi,”
— Purbaya Yudhi Sadewa
Langkah Menuju Transformasi Digital Perdagangan
Purbaya menilai penguatan sistem LNSW merupakan tonggak penting menuju transformasi digital sektor perdagangan. Menurutnya, teknologi informasi memiliki peran krusial dalam menjaga ketertiban, mengawasi arus barang, serta mendukung strategi nasional untuk memperkuat daya saing ekspor Indonesia di pasar global.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus memperbarui sistem IT dan infrastruktur data di bawah LNSW. Dengan begitu, seluruh rantai aktivitas ekspor dan impor dapat dipantau secara efektif dari satu sistem terintegrasi.
Selain memantau aktivitas perdagangan, sistem INSW yang diperkuat juga dapat digunakan untuk analisis kebijakan fiskal dan identifikasi risiko. Data agregat yang dihasilkan akan membantu pemerintah dalam merumuskan strategi peningkatan penerimaan negara sekaligus memerangi praktik kecurangan.
Baca juga:
- Wajib Pajak Tak Perlu Khawatir Isi Lampiran SPT di Era Coretax
- Cara Hapus NPWP Bagi Wajib Pajak yang Telah Meninggal
Teknologi untuk Pengawasan Lebih Akurat
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa sistem LNSW akan dilengkapi dengan fitur analitik canggih yang mampu menelusuri data impor dan ekspor secara menyeluruh. Teknologi ini diharapkan dapat menekan praktik penyimpangan dan memperkuat pengawasan terhadap nilai transaksi perdagangan.
“Saya akan terus monitor sistem IT impor-ekspor agar kebocoran seperti under invoicing bisa segera kita tangani dengan cepat,” tambahnya.
Langkah ini sejalan dengan visi Kementerian Keuangan untuk menciptakan tata kelola fiskal dan perdagangan yang transparan, akuntabel, dan berbasis data. Dalam jangka panjang, penguatan LNSW diharapkan tidak hanya meningkatkan pengawasan, tetapi juga memperlancar proses bisnis lintas sektor.














