VENESIA – Pemerintah Kota Venesia, Italia, mengambil langkah ekstrem dalam merombak lanskap kebijakan wisatanya demi menyelamatkan ekosistem kota air yang kian rapuh dari ledakan pelancong. Guna meredam fenomena kontroversial *overtourism*, otoritas setempat kini tengah mematangkan proposal regulasi fiskal baru berupa pengenaan pajak masuk khusus bagi wisatawan harian (*day-trippers*) dengan tarif dinamis berkisar antara €30 hingga €50 per orang.
Kebijakan pengetatan ini menandai lonjakan instrumen retribusi yang masif, yakni mencapai 10 kali lipat jika dibandingkan dengan tarif uji coba yang berlaku saat ini sebesar €5. Langkah berani ini sengaja dibidik untuk menyasar para pelancong komuter yang berkunjung tanpa melakukan reservasi akomodasi atau menginap, kelompok yang dinilai memberikan beban ekologis terbesar namun memberikan kontribusi ekonomi minimal bagi kota bersejarah tersebut.
Meskipun skema awal senilai €5 yang diterapkan pada hari-hari padat tertentu sejak tahun 2024 berhasil mendatangkan tambahan penerimaan daerah yang signifikan, daya rekatnya dalam menahan laju arus kedatangan massa pelancong dianggap masih belum optimal. Otoritas Venesia memandang perlu adanya disinsentif finansial yang lebih kuat agar struktur kunjungan ke kota tersebut dapat lebih terkendali.
“Proposal ini bertujuan untuk mengurangi kedatangan wisatawan pada periode tertentu. Pungutan ini adalah satu-satunya alat yang efektif untuk mengontrol jumlah pengunjung harian.”
— Simone Venturini, Wali Kota Venesia
Mekanisme Skema Tarif Dinamis Elektronik dan Konservasi Warisan Dunia
Secara teknis, implementasi pajak turis yang baru ini akan bekerja menggunakan sistem berbasis kuota dan tanggal kunjungan yang fleksibel. Besaran tarif masuk akan berfluktuasi secara *real-time* tergantung pada tingkat kepadatan dan kalender sibuk kota. Wisatawan diwajibkan melakukan registrasi dan pelunasan pajak secara elektronik sebelum kedatangan untuk memperoleh bukti bayar digital yang berfungsi layaknya tiket akses di gerbang-gerbang masuk utama kota.
Proteksi Industri Perhotelan: Otoritas menegaskan aturan pajak dinamis ini memberikan pengecualian penuh bagi para pelancong yang menginap di akomodasi lokal, guna menjaga keseimbangan ekosistem bisnis hospitalitas Venesia.
Sebagai catatan, eksekusi pajak masuk €5 pada fase terdahulu sukses menyumbang penerimaan melampaui ekspektasi internal pemerintah daerah, yakni mencapai €2,4 juta atau setara Rp48,9 miliar. Lewat eskalasi tarif hingga €50 ini, seluruh dana yang terkumpul diklaim akan langsung dikembalikan ke masyarakat melalui pembiayaan masif proyek pemeliharaan infrastruktur kuno, pembersihan kanal, dan proteksi lingkungan demi menjamin keberlangsungan Venesia sebagai salah satu situs warisan dunia.
