JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan setidaknya tiga tantangan besar yang saat ini dihadapi dan berpotensi memengaruhi kinerja perekonomian nasional, baik dari sisi internal maupun eksternal.
Tiga tantangan tersebut mencakup iklim investasi, sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter, serta ketidakpastian ekonomi global yang terus berulang dari tahun ke tahun.
“Tiga tantangan besar ada iklim investasi, karena banyak sektor yang terlibat di situ. Kemudian sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter, dan ketidakpastian global.”
— Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kamis (18/12/2025)
Purbaya mengakui bahwa mengelola ketiga tantangan tersebut bukan perkara mudah. Jika tidak ditangani secara tepat, kombinasi faktor tersebut dapat memberikan tekanan signifikan terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Permintaan Domestik Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi
Di tengah tekanan global yang sulit dikendalikan, Purbaya menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga kekuatan permintaan dalam negeri. Menurutnya, struktur ekonomi Indonesia masih sangat bergantung pada pasar domestik.
Ia menyebutkan, sekitar 90% aktivitas perekonomian nasional ditopang oleh permintaan domestik, sementara faktor global berada di luar kendali pemerintah dan selalu diwarnai ketidakpastian.
Lebih baik pemerintah memastikan 90% kekuatan ekonomi domestik tetap tumbuh solid daripada terseret sepenuhnya oleh gejolak global.
Oleh karena itu, kebijakan ekonomi ke depan akan diarahkan untuk memastikan pasar domestik tetap kuat melalui berbagai instrumen fiskal dan kebijakan pendukung lainnya.
Perang Melawan Impor Ilegal dan Dorongan ke Sektor Swasta
Purbaya menegaskan bahwa konsumsi dalam negeri merupakan motor utama pertumbuhan ekonomi yang harus dijaga. Salah satu langkah strategis yang akan diperkuat adalah pemberantasan impor produk ilegal yang membanjiri pasar domestik.
Masuknya barang murah ilegal dinilai telah menekan daya saing pelaku usaha dalam negeri. Karena itu, pemerintah berkomitmen memastikan pasar domestik tidak dikuasai oleh produk asing yang masuk secara tidak sah.
“Saya jaga pasar yang 90% tadi jangan sampai dikuasai oleh barang-barang asing yang ilegal masuk ke sini.”
— Purbaya Yudhi Sadewa
Selain pengawasan impor, Purbaya juga menyatakan pemerintah akan menyiapkan kebijakan fiskal yang mendorong sektor swasta agar lebih aktif menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.













