GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo meluncurkan strategi jemput bola yang unik untuk mendongkrak realisasi penerimaan fiskal daerah. Memanfaatkan momentum demam bola global, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mengintegrasikan loket layanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan ruang konsultasi perpajakan langsung ke tengah kemeriahan acara Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia FIFA 2026.
Langkah inovatif ini sengaja dirancang untuk mengubah paradigma pelayanan publik yang kaku menjadi jauh lebih kasual dan interaktif. Otoritas tidak lagi sekadar pasif menunggu wajib pajak datang ke kantor samsat atau dinas resmi, melainkan aktif menghampiri pusat-pusat konsentrasi massa di ruang publik demi mengikis sekat birokrasi dan mempermudah akses pemenuhan kewajiban daerah.
Selain menyediakan gerai kilat pembayaran PKB, festival nobar ini juga dikemas sebagai instrumen penggerak ekonomi akar rumput. Bapenda menggandeng para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk menjajakan aneka produk kuliner dan industri kreatif, sehingga tercipta perputaran kapital instan yang saling menguntungkan di lokasi perhelatan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan suasana pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Warga dapat menikmati pertandingan, berkonsultasi tentang pajak daerah, sekaligus memperoleh layanan pajak kendaraan bermotor.”
— Danial Ibrahim, Kepala Bapenda Provinsi Gorontalo
Strategi Interaktif dan Stimulus Ekonomi Sektor Domestik
Perpaduan antara hiburan olahraga internasional dengan fasilitas administratif ini diharapkan mampu memicu kesadaran dan kepatuhan sukarela (*voluntary compliance*) masyarakat. Pendekatan persuasif ini dinilai jauh lebih efektif dalam merangsang minat bayar pajak warga lokal ketimbang mengandalkan mekanisme penagihan konvensional yang cenderung kaku.
Dampak Ganda Ekonomi: Keterlibatan UMKM di area nobar memberikan ruang niaga strategis bagi pelaku usaha lokal untuk meraup profit sekaligus mendorong laju konsumsi domestik di wilayah Gorontalo.
Otoritas mengimbau kepada segenap pemilik kendaraan bermotor untuk memanfaatkan kemudahan insidental ini demi menghindari akumulasi denda keterlambatan. Bapenda Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus menelurkan inovasi layanan berbasis komunitas seperti ini guna memperkuat struktur Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai modal utama pembiayaan pembangunan daerah.












