JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bergerak cepat meluruskan informasi simpang siur yang beredar di media sosial. Pihak kementerian menegaskan bahwa kabar yang menyebutkan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, berhasil melacak dan menemukan data harta mantan Presiden Jokowi yang tersimpan di bank China adalah berita bohong atau hoaks.
Klarifikasi tegas ini disampaikan langsung melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kemenkeu lewat sejumlah kanal resmi mereka. Langkah ini diambil guna mencegah kesalahpahaman publik akibat narasi tidak bertanggung jawab yang mencatut nama Bendahara Negara.
“Berita yang menyatakan bahwa Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menemukan data uang Jokowi ribuan triliun [rupiah] di bank China adalah tidak benar atau hoaks.”
— PPID Kementerian Keuangan
Viral Tanpa Dasar Akurat
Isu ini bermula dari sebuah konten di platform TikTok yang mendadak viral. Dalam unggahan tersebut, narator mengklaim bahwa Menkeu Purbaya memegang data valid mengenai aliran dana mantan Presiden Jokowi di sebuah bank di Negeri Tirai Bambu. Tidak tanggung-tanggung, nominal yang disebutkan mencapai ribuan triliun rupiah.
Namun, setelah ditelusuri, konten tersebut sama sekali tidak menyertakan bukti pendukung maupun akuntabilitas sumber. Tidak ditemukan satu pun kutipan resmi atau pernyataan langsung dari Menkeu Purbaya yang membenarkan klaim fantastis tersebut.
Ini bukan kali pertama nama Menkeu Purbaya terseret dalam pusaran berita palsu di media sosial. Sebelumnya, PPID Kemenkeu juga harus turun tangan mengklarifikasi isu yang menyebut Menkeu Purbaya sebagai “otak” atau master mind di balik aksi penyitaan uang korupsi oleh Kejaksaan Agung.
Waspada Disinformasi: Masyarakat diminta lebih kritis memilah informasi yang mengatasnamakan pejabat negara tanpa sumber resmi.
Kemenkeu mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan cek dan ricek terhadap informasi yang beredar, terutama yang bersifat provokatif dan tidak bersumber dari kanal resmi pemerintah.














