“Realisasi investasi ini membuktikan bahwa kepercayaan investor, terutama dari dalam negeri, terus tumbuh dan menjadi penopang ekonomi nasional.” — Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi
Baca Juga: DJP Pastikan Coretax Aman, Perkuat Sistem Sebelum Diserahkan ke Pemerintah
PMDN Dominan, Serap 1,95 Juta Tenaga Kerja
Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi tersebut berhasil menyerap sekitar 1,95 juta tenaga kerja. Dari total investasi, penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat paling dominan dengan kontribusi 55,1% atau senilai Rp789,7 triliun. Sementara itu, investasi dari penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp644,6 triliun.
“Angka ini menunjukkan confidence investor dalam negeri terhadap perekonomian nasional tetap tinggi,” tambah Rosan.
Baca Juga: Luhut Tegaskan Family Office Tak Gunakan APBN, Fokus Tarik Investor Asing
Hilirisasi Mineral Jadi Magnet Utama
Rosan menjelaskan, tingginya kontribusi PMDN dipicu oleh gencarnya investasi pada sektor hilirisasi mineral, terutama yang digarap oleh BUMN dan perusahaan nasional. Sepanjang Januari hingga September 2025, investasi di sektor hilirisasi mencapai Rp291,6 triliun, di mana Rp136,1 triliun berasal dari proyek hilirisasi nikel.
“Proyek hilirisasi menciptakan efek ganda bagi perekonomian, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan nilai tambah produk dalam negeri,” jelasnya.
PMA Fokus ke Energi Baru Terbarukan
Untuk investasi asing, Rosan menuturkan pemerintah terus membuka kerja sama dengan mitra nontradisional, terutama dari kawasan Timur Tengah. Fokus kerja sama diarahkan pada proyek energi baru terbarukan (EBT).
“Kami menjalin komunikasi positif dengan investor Timur Tengah. Saya baru pulang dari Arab Saudi, bertemu dengan Public Investment Fund (PIF) yang punya anak usaha di bidang energi terbarukan. Kami sudah identifikasi sejumlah proyek dan mulai diskusi mendalam dengan BUMN serta sektor swasta,” ungkapnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.
Optimisme Menjelang Akhir Tahun
Rosan memastikan pihaknya akan terus mendorong percepatan investasi agar target tahun 2025 dapat tercapai 100% pada akhir tahun. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan dunia usaha dalam menciptakan iklim investasi yang ramah, cepat, dan transparan.
“Kami ingin pastikan Indonesia tetap menjadi tujuan utama investasi di Asia Tenggara. Dengan tren positif ini, kami yakin target akhir tahun bisa terlampaui,” pungkasnya.















