Baca Juga : California juga menggelontorkan kredit pajak Rp55 triliun untuk industri film
Pemerintah Jerman menilai kebijakan ini akan membantu perusahaan mempertahankan karyawan berpengalaman sekaligus menambah pasokan tenaga kerja di sektor-sektor penting.
“Insentif ini diharapkan dapat membantu perusahaan untuk mempertahankan pegawai yang berpengalaman serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja,”
pemerintah Jerman, dikutip pada Senin (27/10/2025).
Namun, fasilitas ini tidak berlaku bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan individu yang bekerja di kategori mini jobs—yakni pekerjaan berdurasi maksimal 70 hari per tahun dengan penghasilan tak lebih dari €556 per bulan.
Menteri Ketenagakerjaan Jerman Barbel Bas menyebut kebijakan ini sebagai solusi untuk mengatasi penurunan jumlah tenaga kerja akibat gelombang pensiun besar-besaran.
“Melarang pegawai yang memasuki usia pensiun untuk bekerja di perusahaan lama mereka merupakan tindakan yang sangat kontraproduktif,”
ujar Bas, dilansir euronews.com.
Berdasarkan data pemerintah, sebanyak 4,8 juta warga Jerman akan memasuki masa pensiun dalam satu dekade mendatang. Kondisi ini dikhawatirkan menekan produktivitas nasional dan meningkatkan beban anggaran pemerintah, khususnya di sektor kesehatan.
Baca Juga : Uzbekistan meluncurkan paket pajak baru
Sebagai informasi, ekonomi Jerman tercatat mengalami kontraksi selama dua tahun berturut-turut—sebesar 0,3% pada 2023 dan 0,2% pada 2024. Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 0,1% untuk tahun ini dan tahun depan.















