BRITACOF ke-7 Dorong Pembaruan Administrasi Pajak Internasional

Perubahan ekonomi digital mendorong otoritas perpajakan di berbagai negara untuk terus mengembangkan sistem administrasi dan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Isu tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan Forum Kerja Sama Administrasi Perpajakan Inisiatif Sabuk dan Jalan atau Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Forum (BRITACOF) ke-7 di Jakarta pada 13–15 Oktober 2026.

Forum yang mengangkat tema Smart Taxation, Shared Prosperity itu menghasilkan enam keluaran yang berkaitan dengan penguatan administrasi pajak, pengembangan layanan bagi wajib pajak, serta peningkatan kapasitas lembaga perpajakan. Hasil tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pertukaran pengetahuan dan memperkuat kolaborasi antarnegara.

Dalam laporan penutupan yang dipublikasikan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), kegiatan tersebut diikuti lebih dari 300 delegasi. Peserta berasal dari hampir 40 yurisdiksi, delapan organisasi internasional, serta unsur institusi dan perusahaan multinasional.

Modernisasi administrasi menjadi salah satu agenda utama

Salah satu hasil forum adalah pembaruan BRITACOM Tax Administration Product Portfolio (TAPP) menjadi versi 2.0. Portofolio ini berisi referensi mengenai praktik administrasi perpajakan yang dapat dipelajari dan disesuaikan oleh otoritas pajak berdasarkan kebutuhan masing-masing yurisdiksi.

Pengembangan TAPP 2.0 berkaitan dengan perubahan lingkungan perpajakan, termasuk pertumbuhan ekonomi digital. Pertukaran praktik administrasi dan pengalaman antarnegara diharapkan membantu peserta mengembangkan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik sistem perpajakan mereka.

Aspek pelayanan kepada wajib pajak turut memperoleh perhatian melalui pembaruan BRITACOM Taxpayer Service Product Portfolio (TSPP) 2.0. Portofolio tersebut berorientasi pada peningkatan kualitas layanan, pemanfaatan teknologi, pengembangan inovasi, serta perlindungan hak dan kepentingan wajib pajak.

Selain kedua portofolio tersebut, BRITACOM menghasilkan kompilasi produk pendukung TAPP dan TSPP. Kumpulan ini mencakup 20 produk praktis yang ditujukan untuk membantu penerapan kerangka administrasi dan pelayanan perpajakan. Keberadaan perangkat pendukung tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan hasil kerja sama.

Pengembangan kompetensi dan pertukaran pengetahuan diperluas

Penguatan administrasi perpajakan tidak hanya berkaitan dengan pembaruan pedoman dan layanan. Dalam BRITACOF ke-7, peserta juga menghasilkan pembaruan kurikulum Belt and Road Initiative Tax Administration Capacity Enhancement Group (BRITACEG), yaitu program pengembangan kapasitas administrasi perpajakan.

Penyempurnaan kurikulum tersebut mencakup penambahan materi tematik yang berkaitan dengan studi kasus terkini dan penerapan teknologi. Selain itu, sejumlah kursus daring utama dilengkapi terjemahan bahasa Prancis dan Portugis untuk memperluas akses peserta terhadap materi pelatihan.

Hasil lainnya adalah Annual Report of the BRITACOM 2026. Dokumen tahunan ini mencatat perkembangan organisasi selama satu tahun, termasuk kegiatan sekretariat, penyelenggaraan forum, program peningkatan kapasitas, kelompok kerja, pengembangan TAPP dan TSPP, serta aktivitas terkait situs web, jurnal perpajakan, dan dewan penasihat.

Forum juga menghasilkan Pernyataan Bersama BRITACOF ke-7. Dokumen tersebut memuat pencapaian kerja sama, hasil pembahasan, dan kesepahaman peserta. Di dalamnya, penguatan kolaborasi, pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas, serta respons terhadap tantangan ekonomi digital menjadi bagian dari arah kerja sama perpajakan.

Tindak lanjut kerja sama menjadi perhatian setelah forum

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menyoroti pentingnya partisipasi dan keterbukaan dalam pertukaran pandangan selama forum berlangsung. Ia berharap hasil pembahasan dapat diteruskan melalui tindakan konkret dan penerapan praktik yang sesuai dengan kondisi sistem perpajakan setiap negara.

Enam keluaran tersebut dengan demikian mencakup beberapa bidang yang saling melengkapi, mulai dari pedoman administrasi, pelayanan wajib pajak, perangkat implementasi, pendidikan dan pelatihan, hingga dokumentasi perkembangan organisasi. Pelaksanaan hasil kerja sama selanjutnya bergantung pada tindak lanjut dan penyesuaian oleh masing-masing peserta.

Dalam penutupan forum, Tajikistan diumumkan sebagai tuan rumah BRITACOF ke-8 pada 2027 setelah mendapat persetujuan Dewan BRITACOM. Davlatzoda Nusratullo Muqim, Ketua Komite Pajak di bawah Pemerintah Republik Tajikistan, menyampaikan kesiapan negaranya untuk menyiapkan penyelenggaraan dan agenda pertemuan berikutnya dengan mempertimbangkan hasil forum terdahulu.

Pertemuan mendatang diharapkan dapat melanjutkan dialog profesional di antara peserta dan memperdalam kerja sama administrasi perpajakan lintas negara. Bagi masing-masing yurisdiksi, tantangan berikutnya adalah menindaklanjuti hasil forum sesuai kebutuhan, kemampuan, dan kerangka perpajakan yang berlaku.

Sumber: Direktorat Jenderal Pajak, laporan penutupan BRITACOF ke-7.

Exit mobile version