JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah pengangguran di Indonesia tercatat mencapai 7,22 juta orang hingga Mei 2026, Kamis (6/8/2026).
Jumlah tersebut menunjukkan penurunan sebanyak 24.000 orang jika dibandingkan dengan posisi Februari 2026 yang sempat menyentuh angka 7,24 juta orang. Secara persentase, jumlah masyarakat yang belum terserap pasar kerja ini mencakup 4,65% dari total angkatan kerja nasional yang mencapai 155,41 juta orang.
“Angkatan kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja menjadi pengangguran, yaitu sebanyak 7,22 juta orang,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud.
Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka Nasional
Edy memaparkan bahwa jumlah 7,22 juta penganggur tersebut setara dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,65% pada Mei 2026. Posisi ini mengalami perbaikan tipis jika dibandingkan dengan TPT pada Februari 2026 yang berada di level 4,68%.
Penurunan tingkat pengangguran terbuka ini terjadi secara merata pada kelompok pekerja laki-laki maupun perempuan. Selain itu, tren penurunan TPT juga tercatat konsisten melandai baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.
Komposisi Penduduk Usia Kerja dan Angkatan Kerja
Secara keseluruhan, BPS mencatat total penduduk usia kerja di Indonesia saat ini mencapai 220,23 juta orang. Angka tersebut terbagi dalam dua kategori utama, yakni kelompok angkatan kerja sebanyak 155,41 juta orang dan kelompok bukan angkatan kerja sebanyak 64,82 juta orang.
Lebih terperinci, kelompok angkatan kerja terdiri atas penduduk yang bekerja dan kelompok pengangguran. Jumlah penduduk yang telah bekerja di Indonesia tercatat mencapai 148,19 juta orang pada Mei 2026.
Dari total penduduk yang bekerja tersebut, sebanyak 98,98 juta orang merupakan pekerja penuh waktu, 38,41 juta orang bekerja secara paruh waktu, dan 10,78 juta orang tergolong sebagai setengah penganggur.
5 Sektor Penyerap Tenaga Kerja Terbesar
Ditinjau berdasarkan sektor lapangan usahanya, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak di Indonesia dengan porsi mencapai 28,75%.
Posisi kedua ditempati oleh sektor perdagangan besar dan eceran dengan kontribusi penyerapan sebesar 17,80%, diikuti oleh sektor industri pengolahan yang menyerap 13,53% tenaga kerja.
Sementara itu, sektor akomodasi serta penyediaan makan dan minum mencatatkan penyerapan tenaga kerja sebesar 8%, disusul oleh sektor konstruksi yang menyerap sebanyak 6,09% dari total penduduk bekerja.
