JAKARTA — Pemerintah menatap optimistis kinerja ekonomi nasional pada kuartal IV/2025. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan laju pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada periode tersebut dapat mencapai 5,4% hingga 5,6%, lebih tinggi dibandingkan capaian pada beberapa kuartal sebelumnya.
Airlangga menyampaikan bahwa dorongan pertumbuhan terutama berasal dari optimalisasi belanja pemerintah serta beragam stimulus yang digelontorkan kepada masyarakat menjelang akhir tahun.
“ Ada kontribusi dari government spending, program bansos, dan tambahan stimulus untuk meningkatkan mobilitas masyarakat saat Nataru. ”
Baca Juga: G20 Dorong Solusi Baru Pajak Minimum Global Pilar 2
Belanja Pemerintah Jadi Motor Utama
Menjelang tutup tahun, kementerian/lembaga umumnya mempercepat realisasi anggaran. Pada kementerian dengan pagu besar, tingkat serapan bahkan diproyeksikan bisa menembus 90%. Menurut Airlangga, pola ini akan memberikan dorongan signifikan terhadap perekonomian nasional di kuartal IV.
Belanja kementerian/lembaga tidak hanya meningkatkan konsumsi pemerintah, tetapi juga mengalir ke berbagai sektor riil melalui proyek, bansos, dan belanja barang/jasa. Hal ini menjadi salah satu motor penggerak PDB di penghujung tahun.
Diskon Nataru Dorong Mobilitas dan Konsumsi
Selain dari sisi belanja pemerintah, berbagai kebijakan untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) dipandang mampu mempercepat perputaran uang di dalam negeri. Program diskon tarif tol, serta potongan harga tiket kereta api, kapal, dan pesawat, mendorong masyarakat untuk lebih banyak bepergian dan berbelanja.
Baca Juga: Diskon Besar Transportasi Nataru 2026: Pesawat, Kereta, hingga Kapal Turun Harga
Airlangga juga menyoroti besarnya dana bantuan sosial (bansos) yang disalurkan pemerintah sebagai penopang daya beli masyarakat.
“Bansos yang kita siapkan lebih dari Rp30 triliun. Program diskon Nataru juga diperkirakan bisa menambah perputaran uang hingga Rp30 triliun.”
Kombinasi antara belanja pemerintah, bansos, dan stimulus Nataru diharapkan dapat mengerek konsumsi rumah tangga dan mobilitas masyarakat, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2025.
Performa PDB 2025 dan Proyeksi Setahun Penuh
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 di kisaran 5,2%. Namun realisasi per kuartal menunjukkan dinamika yang cukup ketat:
- Kuartal I/2025: 4,87%
- Kuartal II/2025: 5,12%
- Kuartal III/2025: 5,04%
Tren tersebut menunjukkan bahwa meski masih positif, laju pertumbuhan belum sepenuhnya stabil di atas 5,1%. Karena itu, kinerja pada kuartal IV/2025 menjadi penentu penting bagi capaian setahun penuh.
Baca Juga: DJP Siapkan Perdirjen Baru untuk Administrasi Pajak Minimum Global
Airlangga memperkirakan, apabila PDB kuartal IV/2025 tumbuh di kisaran 5,4%–5,6%, maka pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025 akan berada di rentang 5,10% hingga 5,15%. Angka tersebut dinilai cukup solid di tengah ketidakpastian global dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara mitra dagang.
Optimisme di Tengah Tantangan Global
Di tengah tekanan eksternal seperti perlambatan ekonomi global, volatilitas harga komoditas, dan dinamika geopolitik, pemerintah menilai bauran kebijakan fiskal dan stimulus domestik masih mampu menjaga momentum pertumbuhan.
Belanja pemerintah yang terarah, bansos yang besar, serta insentif untuk mendorong mobilitas dan konsumsi domestik diharapkan menjadi bantalan utama bagi perekonomian hingga akhir tahun.
Sumber Terkait
- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI: https://www.ekon.go.id/
- Kementerian Keuangan Republik Indonesia: https://www.kemenkeu.go.id/
- Badan Pusat Statistik (BPS): https://www.bps.go.id/















