JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap kuat dan stabil meskipun terjadi kenaikan harga minyak dunia hingga mencapai US$74 per barel.
Purbaya menegaskan pemerintah tidak memiliki rencana untuk menambah subsidi bahan bakar minyak (BBM) maupun menaikkan harga BBM dalam kondisi saat ini. Hal tersebut karena APBN dinilai masih mampu menahan tekanan kenaikan harga energi global.
“APBN kita masih tahan. Saya tidak akan ubah APBN atau besaran subsidi BBM sampai titik tertentu jika harga minyak sangat tinggi.”
Menurutnya, selama harga minyak masih berada di level saat ini, pemerintah memiliki ruang fiskal yang cukup tanpa perlu melakukan perubahan kebijakan subsidi atau harga BBM hingga akhir tahun.
Defisit Tetap Terkendali
Purbaya juga optimistis bahwa kenaikan harga minyak dunia tidak akan langsung mendorong defisit APBN melewati batas aman 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Harga minyak saat ini hanya sedikit lebih tinggi dibanding asumsi APBN 2026 yang ditetapkan sebesar US$70 per barel. Selisih tersebut dinilai masih dalam batas aman dan dapat dikelola tanpa perubahan kebijakan fiskal.
Ia menjelaskan, berdasarkan simulasi pemerintah, defisit APBN baru berpotensi melebar melewati 3% PDB apabila harga minyak mencapai sekitar US$97 per barel sepanjang tahun tanpa adanya intervensi kebijakan.
Pemerintah Siapkan Berbagai Instrumen
Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas APBN di tengah dinamika global, termasuk potensi konflik geopolitik yang dapat memengaruhi harga energi.
Instrumen tersebut antara lain peningkatan penerimaan negara, efisiensi belanja kementerian dan lembaga, serta penerapan pungutan ekspor ketika harga komoditas global sedang tinggi.
Dengan strategi tersebut, pemerintah memiliki bantalan fiskal yang cukup untuk menghadapi berbagai kemungkinan skenario ekonomi.
Baca Juga: Prabowo Yakin Tax Ratio RI Capai 13% PDB
APBN Masih Memiliki Bantalan
Purbaya menambahkan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai simulasi terhadap kemungkinan terburuk, termasuk skenario kenaikan harga minyak yang signifikan.
Selama tidak terjadi kejadian luar biasa yang tidak terduga, kondisi fiskal Indonesia dinilai masih berada dalam posisi aman dengan bantalan yang cukup kuat.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap perubahan harga BBM dalam waktu dekat, karena pemerintah memastikan stabilitas APBN tetap terjaga.














