website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Saturday, 9 May 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Promo Arus Balik: Tiket Pesawat Masih Bebas PPN 100%

Muhammad Naufal Arya Saka by Muhammad Naufal Arya Saka
March 21, 2026
in Nasional
0 0
0
Promo Arus Balik: Tiket Pesawat Masih Bebas PPN 100%
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Kabar gembira bagi masyarakat yang tengah bersiap kembali ke perantauan usai merayakan libur Lebaran di kampung halaman. Pemerintah memastikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian tiket pesawat kelas ekonomi rute domestik masih berlaku.

Fasilitas pembebasan pajak ini dapat dinikmati masyarakat yang melakukan transaksi pembelian tiket sejak 10 Februari hingga 29 Maret 2026. Namun perlu dicatat, insentif ini secara spesifik ditujukan untuk periode jadwal penerbangan yang berlangsung pada rentang 14 hingga 29 Maret 2026.

“PPN yang terutang ditanggung pemerintah…diberikan kepada penerima jasa:… untuk periode penerbangan yang dilakukan sejak tanggal 14 Maret 2026 sampai dengan tanggal 29 Maret 2026.”

— Kutipan Pasal 3 ayat (1) PMK Nomor 4 Tahun 2026

Baca Juga: Tradisi Bukber Dongkrak Penerimaan Pajak di Daerah Ini

Jaga Daya Beli Pemudik di Tengah Lebaran

Kebijakan pro-rakyat ini resmi diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 4 Tahun 2026. Melalui beleid tersebut, negara berkomitmen menanggung penuh alias 100% PPN yang terutang atas tarif dasar (base fare) beserta biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge).

Stimulus Ekonomi: Pemberian PPN DTP tiket pesawat ini menjadi instrumen andalan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi selama periode Idulfitri.

Langkah taktis ini diharapkan mampu menekan lonjakan inflasi dari sektor transportasi udara yang kerap terjadi setiap musim mudik dan arus balik. Dengan harga tiket yang lebih terjangkau, mobilitas masyarakat diyakini akan tetap lancar tanpa membebani kondisi finansial pasca-Lebaran.

Baca Juga: Kalkulator Reformasi Pajak Diluncurkan di Guernsey

Syarat Ketat bagi Maskapai Penerbangan

Di sisi lain, penerapan diskon pajak ini juga menuntut kepatuhan administratif dari badan usaha angkutan udara yang berstatus sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP). Terdapat dua kewajiban utama yang harus dipatuhi maskapai agar fasilitas PPN DTP ini diakui secara legal.

Pertama, maskapai wajib menerbitkan faktur pajak atau dokumen yang dipersamakan atas setiap penyerahan jasa. Kedua, mereka diharuskan melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPN dengan melampirkan daftar perincian transaksi penerbangan kelas ekonomi yang memanfaatkan fasilitas DTP tersebut.

Batas akhir penyerahan laporan perincian ini ditetapkan pada 31 Mei 2026. Kendati demikian, apabila terjadi kendala teknis pada sistem Direktorat Jenderal Pajak (DJP), maskapai diberikan kelonggaran untuk menyerahkan data secara manual ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdaftar selambat-lambatnya 30 Juni 2026.

Sumber Terkait:

  • JDIH Kementerian Keuangan Republik Indonesia
  • Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
Muhammad Naufal Arya Saka

Muhammad Naufal Arya Saka

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Cara Isi Daftar Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh di SPT Tahunan WPOP

April 30, 2026
Panduan Lengkap Cara Menanggapi SPKKP di Coretax DJP

Panduan Lengkap Menggunakan Simulator Coretax untuk Pengisian SPT Tahunan PPh Badan

October 9, 2025
Ingin Download NPWP Elektronik? Pastikan Akun Coretax Anda Sudah Aktif, Ini Langkah Resminya

Bukti Potong A1 Kini Bisa Diunduh di Coretax, Ini Panduan Lengkap Lapor SPT

January 6, 2026
Lupa Sampaikan Pemberitahuan NPPN, Ini Risikonya bagi WP Orang Pribadi

Faktur Pajak “Tidak Ada” Tidak Dapat Dikreditkan, Namun Faktur Terlambat Masa Pajak Masih Bisa Dikreditkan: Putusan Majelis Dalam Sengketa Ppn

4
MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

4
Banjir Aturan Baru DJP: Dari Pedoman MAP, Pengaduan, hingga Insentif Magang

DJP Bongkar Sindikat ‘Desa’ Faktur Pajak Fiktif, Negara Rugi Rp180 Miliar

4
Pemerintah Targetkan PDB Manufaktur Nonmigas Tumbuh 5,51% pada 2026

Pemerintah Targetkan PDB Manufaktur Nonmigas Tumbuh 5,51% pada 2026

3
Syarat WP Kriteria Tertentu Makin Ketat, Telat Bayar Pajak Jadi Sorotan

Syarat WP Kriteria Tertentu Makin Ketat, Telat Bayar Pajak Jadi Sorotan

May 9, 2026
DJP Kencangkan Audit Pajak demi Kejar Target Penerimaan 2026

DJP Kencangkan Audit Pajak demi Kejar Target Penerimaan 2026

May 9, 2026
DJP Terapkan Batas 80 Persen Restitusi PKP Berisiko Rendah

DJP Terapkan Batas 80 Persen Restitusi PKP Berisiko Rendah

May 9, 2026
Aturan Tegas DJP: SPT Lebih Bayar Tak Bisa Diikhlaskan!

Panduan Dokumen SPOP PBB-P5L untuk Pelaporan Pajak Resmi

May 8, 2026

Recent News

Syarat WP Kriteria Tertentu Makin Ketat, Telat Bayar Pajak Jadi Sorotan

Syarat WP Kriteria Tertentu Makin Ketat, Telat Bayar Pajak Jadi Sorotan

May 9, 2026
DJP Kencangkan Audit Pajak demi Kejar Target Penerimaan 2026

DJP Kencangkan Audit Pajak demi Kejar Target Penerimaan 2026

May 9, 2026
DJP Terapkan Batas 80 Persen Restitusi PKP Berisiko Rendah

DJP Terapkan Batas 80 Persen Restitusi PKP Berisiko Rendah

May 9, 2026
Aturan Tegas DJP: SPT Lebih Bayar Tak Bisa Diikhlaskan!

Panduan Dokumen SPOP PBB-P5L untuk Pelaporan Pajak Resmi

May 8, 2026

Graha Binakarsa
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi Kota Jakarta Selatan, Jakarta 12940 (021) 21909087

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version