NOTTINGHAM – Dewan Kota Nottingham menyetujui kenaikan pajak dewan sebesar 3,5% untuk tahun fiskal mendatang. Pemerintah daerah menyebut kenaikan tersebut sebagai yang terendah dalam 18 tahun terakhir.
Otoritas setempat menyatakan keputusan tersebut menandai berakhirnya krisis keuangan yang sempat melanda kota tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
“Mimpi buruk keuangan kami telah berakhir, dan reputasi kota mulai pulih.”
— Ethan Radford, Wakil Pemimpin Dewan Nottingham
Bulan lalu, komisioner yang ditunjuk pemerintah pusat untuk mengawasi Dewan Kota Nottingham setelah krisis keuangan pada 2023 resmi meninggalkan jabatannya.
Pada rapat pleno Senin, dewan menyetujui anggaran baru yang juga mencakup investasi sekitar £25 juta. Menariknya, untuk pertama kalinya sejak 2008, anggaran tersebut tidak menggunakan kenaikan pajak maksimum sebesar 4,99%.
Dengan kenaikan 3,5% ini, pemilik properti kategori Band D akan membayar pajak sebesar £2.342,08 per tahun. Jika ditambah komponen untuk kepolisian dan layanan pemadam kebakaran, total tagihan mencapai £2.755,39.
Bangkit dari Krisis Keuangan
Dewan Kota Nottingham yang dipimpin Partai Buruh sebelumnya secara efektif menyatakan diri bangkrut pada 2023 setelah menghadapi defisit anggaran sebesar £23 juta pada tahun berjalan dan proyeksi defisit hingga £53 juta untuk tahun berikutnya.
Pemerintah daerah saat itu menyalahkan rendahnya pendanaan dari pemerintah pusat. Namun, lawan politik menilai krisis tersebut juga dipicu oleh sejumlah kesalahan pengelolaan keuangan.
Pada 2024, pemerintah Konservatif kemudian menunjuk komisioner untuk mengawasi reformasi keuangan di Nottingham.
Sejak saat itu, dewan melakukan berbagai langkah penyehatan fiskal, termasuk menjual aset, memangkas pekerjaan dan layanan, serta memanfaatkan dana dukungan keuangan luar biasa (extraordinary financial support/EFS) untuk menutup defisit anggaran.
Janji Perbaikan Layanan Publik
Wakil Pemimpin Dewan Ethan Radford mengatakan anggaran baru tersebut akan membuat warga Nottingham secara kolektif menghemat sekitar £2,4 juta.
Selain itu, pemerintah kota berencana meningkatkan jumlah petugas keamanan lingkungan di jalanan setelah sebelumnya terjadi pengurangan personel secara signifikan.
Dewan juga menjanjikan peningkatan layanan publik seperti pembersihan jalan, penegakan hukum terhadap pembuangan sampah ilegal, serta perbaikan taman dan jalan.
Menurut Radford, kebijakan anggaran ini bertujuan memberikan perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh warga kota.
“Ini bukan sekadar proyek simbolis atau trik murah. Era pengetatan anggaran telah berakhir dan sekarang saatnya warga Nottingham merasakan perubahan,” ujarnya.
Tantangan Keuangan Masih Ada
Meskipun kondisi keuangan mulai membaik, dewan memperkirakan masih akan ada tantangan fiskal ke depan.
Pemerintah daerah menargetkan penghematan sekitar £1 juta dalam tahun mendatang. Namun, rencana penghematan yang lebih besar sebesar £22 juta, termasuk pada layanan perawatan sosial dewasa dan layanan anak-anak, memicu kekhawatiran dari kelompok dewan lainnya.
Dewan juga memperkirakan adanya defisit pendanaan sekitar £37,1 juta pada beberapa tahun mendatang jika tidak ada langkah penghematan tambahan.
Selain itu, sekitar £28 juta telah dialokasikan untuk biaya reorganisasi pemerintah daerah ketika dua dewan tunggal baru akan dibentuk untuk menggantikan struktur pemerintahan saat ini di wilayah kota dan kabupaten.
Meski demikian, pemerintah kota berharap stabilitas fiskal yang mulai tercapai dapat membantu memulihkan reputasi Nottingham serta meningkatkan kualitas layanan publik bagi masyarakat.













