Surplus Januari 2026 mencapai £30,4 miliar, melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan £23,8 miliar.
Pemerintah memang biasanya mencatat surplus pada Januari karena periode tersebut menjadi waktu jatuh tempo pembayaran pajak self-assessment. Namun, capaian tahun ini dinilai jauh lebih kuat dari perkiraan analis.
Capital Gains dan Pajak Penghasilan Jadi Penopang
Penerimaan pajak pada Januari mencapai £133,3 miliar, naik 13,8% dibandingkan Januari 2025. Lonjakan terbesar berasal dari pajak capital gains yang hampir menyentuh £17 miliar — meningkat 69% dibandingkan tahun sebelumnya.
Analis menilai kenaikan tersebut kemungkinan mencerminkan investor yang menjual aset sebelum kenaikan tarif pajak yang diumumkan dalam Anggaran Oktober 2024 berlaku penuh.
Selain itu, kontribusi Asuransi Nasional meningkat £2,9 miliar, sementara penerimaan pajak penghasilan tercatat £3,6 miliar lebih tinggi dibandingkan Januari tahun lalu.
Pembekuan ambang batas pajak penghasilan oleh Kementerian Keuangan juga berkontribusi terhadap kenaikan penerimaan, karena lebih banyak individu terdorong masuk ke lapisan tarif yang lebih tinggi seiring kenaikan nominal pendapatan.
Kabar Baik Jelang Pernyataan Musim Semi
Data ini dirilis menjelang Pernyataan Musim Semi yang akan disampaikan dalam waktu kurang dari dua minggu. Angka surplus tersebut memberi ruang fiskal tambahan bagi pemerintah, meski sejumlah ekonom mengingatkan bahwa kondisi keuangan publik tetap rapuh.
Peminjaman dalam 10 bulan hingga Januari tercatat £112,1 miliar — turun 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, ONS menyebut angka tersebut masih menjadi yang kelima tertinggi dalam sejarah untuk periode tersebut.

Sumber: Office for National Statistics (BBC)
Kementerian Keuangan menyatakan pinjaman tahun 2026 diperkirakan menjadi yang terendah sejak sebelum pandemi. Pemerintah juga menargetkan pengurangan pinjaman lebih dari separuhnya hingga tahun fiskal 2030–31.
Ekonomi Masih Hadapi Tantangan
Meski Januari menunjukkan awal yang relatif sehat, pertumbuhan ekonomi Inggris tetap melambat. Ekonomi hanya tumbuh sekitar 1,3% pada 2025 dan diperkirakan tidak akan melebihi 1% tahun ini.
Pertumbuhan upah yang melambat dan tingkat pengangguran yang mencapai level tertinggi dalam lima tahun juga menjadi faktor yang membatasi optimisme jangka panjang.
Pengeluaran pemerintah untuk bunga utang juga menurun pada Januari, membantu menyeimbangkan tekanan dari meningkatnya biaya layanan publik dan tunjangan sosial.
Pemerintah menegaskan bahwa aturan fiskal tetap tidak dapat dinegosiasikan, termasuk komitmen bahwa pengeluaran rutin harus dibiayai dari penerimaan pajak dan pinjaman hanya digunakan untuk investasi jangka panjang.















