JAKARTA – Pemerintah memastikan akselerasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan menyentuh angka 82,9 juta penerima manfaat pada tahun 2026. Target ambisius ini ditetapkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah strategis pengentasan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan progres signifikan di lapangan. Per hari ini, program MBG telah berhasil disalurkan kepada 55 juta penerima manfaat. Capaian ini didukung oleh infrastruktur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah terbangun sebanyak kurang lebih 19.000 unit di berbagai daerah.
Untuk mencapai target penuh di akhir tahun, pemerintah akan terus menggenjot pembangunan infrastruktur pendukung. “Target di 2026 harus selesai, kurang lebih akan ada sekitar 35.000 SPPG yang akan melayani 82,9 juta penerima manfaat,” ujar Prasetyo, dikutip Rabu (7/1/2026).
“Puluhan juta anak-anak Indonesia berangkat sekolah tanpa makan pagi. Banyak juga makan mereka hanya nasi dengan daun-daun.”
— Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia
Anggaran Jumbo dan Target Zero Defect
Keseriusan pemerintah dalam program ini tercermin dari lonjakan alokasi anggaran yang signifikan. Sebagai informasi, anggaran MBG tahun 2026 dipatok sebesar Rp335 triliun. Angka ini naik berkali lipat dibandingkan anggaran tahun sebelumnya yang hanya berada di kisaran Rp71 triliun. Lonjakan ini menuntut pengawasan penggunaan uang pajak yang lebih ketat.
Dalam taklimatnya di Padepokan Garuda Yaksa, Bogor, Presiden Prabowo menyoroti urgensi program ini. Ia mengklaim sekitar 20% hingga 30% anak-anak Indonesia masih terjebak dalam kondisi kekurangan gizi, stunting, hingga pertumbuhan fisik yang tidak normal akibat asupan nutrisi yang minim.
Oleh karena itu, Presiden menginstruksikan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meminimalisir segala bentuk potensi penyimpangan. Prinsip “zero defect” menjadi mandat utama dalam pengelolaan dana jumbo tersebut demi memastikan setiap rupiah uang pajak rakyat kembali menjadi nutrisi bagi anak bangsa.
Mandat Presiden: “Langkah demi langkah, pengawasan demi pengawasan terus kita lakukan. Kita harapkan zero defect, itu yang harus kita capai.”
Dengan intervensi negara melalui program MBG, pemerintah optimis dapat memutus mata rantai stunting yang selama ini menjadi penghambat kualitas generasi masa depan Indonesia.














