website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
    • Studi Kasus
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan MA
    • Putusan Pengadilan Pajak
Wednesday, 18 March 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
    • Studi Kasus
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan MA
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

DPR Usulkan Insentif Pajak Baru untuk Industri Padat Karya

Johannes Albert by Johannes Albert
December 12, 2025
in Nasional
0 0
0
DPR: Tagih Rp60 T Tunggakan Pajak Inkrah, Bisa Tekan Defisit APBN
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
JAKARTA – Dorongan untuk menghadirkan kebijakan fiskal yang lebih pro-tenaga kerja kembali menguat. Anggota Komisi VII DPR, Novita Hardani, mengusulkan agar pemerintah menyiapkan insentif pajak khusus bagi industri padat karya di tengah tekanan ekonomi dan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menurut Novita, sektor seperti garmen, alas kaki, dan furnitur merupakan fondasi penting penyerapan tenaga kerja nasional. Namun, industri-industri ini sedang menghadapi kompetisi ketat, baik dari produk impor murah maupun masuknya pakaian bekas ilegal.

“Pemerintah perlu merombak ulang skema insentif pajak, termasuk PPh dan PPN, agar industri padat karya dan industri ramah lingkungan bisa terus bertahan dan memperluas lapangan kerja,” ujar Novita, Kamis (11/12/2025).

Tantangan Serius: Impor Murah & Serbuan Pakaian Bekas

Kinerja industri padat karya makin tertekan oleh maraknya impor—baik legal maupun ilegal—hingga perdagangan pakaian bekas yang digemari masyarakat karena harga yang jauh lebih murah.

Novita menegaskan, pemerintah harus memperketat pengawasan impor pakaian bekas, termasuk memastikan standar nasional Indonesia (SNI) benar-benar ditegakkan.

Baca juga: Restitusi Ditolak DJP Turun Jadi Rp16,46 Triliun, Total Pencairan Justru Naik

“Produk yang bahan bakunya berbahaya, tidak ramah lingkungan, atau tidak memenuhi standar harus langsung ditolak di pintu masuk,” katanya.

Skema Insentif yang Sudah Ada: Tax Allowance hingga PPh 21 DTP

Pemerintah sebenarnya telah menyediakan beberapa fasilitas fiskal untuk industri padat karya. Sejumlah skema yang saat ini berjalan antara lain:

1. Tax Allowance (PMK 16/2020)

Perusahaan yang menanamkan modal pada industri padat karya tertentu dapat memperoleh fasilitas pengurangan penghasilan neto sebesar 60% dari nilai investasi aset tetap berwujud, termasuk tanah.

  • Pengurangan dibebankan selama 6 tahun sejak saat mulai berproduksi komersial atau 10% per tahun.
  • Seluruh aktiva tetap yang dihitung dalam pengurangan tersebut harus digunakan untuk kegiatan usaha utama.

Untuk dapat memanfaatkan fasilitas ini, perusahaan harus memenuhi beberapa syarat utama:

  • Berstatus wajib pajak badan dalam negeri.
  • Melakukan kegiatan usaha utama yang tercakup dalam 45 bidang industri padat karya sebagaimana tercantum dalam lampiran PMK 16/2020.
  • Mempekerjakan tenaga kerja Indonesia paling sedikit 300 orang dalam satu tahun pajak.

Baca juga: ICOR KEK Lebih Efisien dari Nasional, Pemerintah Klaim Investasi Makin Produktif

2. Pembiayaan Kredit Investasi untuk Revitalisasi Mesin

Pemerintah juga menyediakan pembiayaan kredit investasi berupa subsidi kredit untuk revitalisasi mesin industri bagi sektor padat karya dengan total anggaran sekitar Rp20 triliun.

Dukungan pembiayaan ini diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Plafon pinjaman di atas Rp500 juta hingga Rp10 miliar.
  • Suku bunga atau margin lebih rendah dibandingkan kredit komersial.
  • Jangka waktu pinjaman fleksibel, antara 5 hingga 8 tahun.

3. Insentif PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (PMK 10/2025)

Selain itu, terdapat insentif PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pekerja di sektor padat karya berdasarkan PMK 10/2025. Kebijakan ini berlaku untuk masa pajak Januari hingga Desember 2025.

Insentif ini diberikan kepada pegawai yang bekerja pada sektor usaha:

  • Industri alas kaki
  • Tekstil dan pakaian jadi
  • Furnitur
  • Kulit dan barang dari kulit

Dengan syarat pegawai memiliki penghasilan bruto:

  • Tidak lebih dari Rp10 juta per bulan, atau
  • Tidak lebih dari Rp500.000 per hari.

Baca juga: Waspada Penipuan Catut Nama DJP, Wajib Pajak Diminta Segera Melapor

Insentif Baru Dinilai Mendesak untuk Jaga Lapangan Kerja

Meski berbagai fasilitas fiskal telah disiapkan, Novita menilai insentif yang lebih spesifik dan agresif untuk industri padat karya tetap dibutuhkan, terutama menghadapi tantangan ekonomi global dan derasnya arus impor.

“Insentif fiskal yang lebih kuat akan menjadi tameng utama untuk menjaga keberlangsungan industri padat karya dan melindungi jutaan tenaga kerja Indonesia,” tegas Novita.

Di sisi lain, dinamika perdagangan internasional yang semakin kompleks juga menuntut pemerintah memperkuat strategi perlindungan industri dalam negeri, termasuk melalui instrumen tarif dan kebijakan dagang yang adaptif.

Baca juga: Negosiasi Dagang Indonesia–AS Alami Kebuntuan, Ancaman Kenaikan Tarif Mengintai

Sumber Terkait

  • Asian Development Bank (ADB)
  • Kementerian Perindustrian Republik Indonesia
  • Kementerian Keuangan Republik Indonesia
Johannes Albert

Johannes Albert

Next Post
DJBC Minta Warga Setempat Aktif Menolak Penjualan Rokok Ilegal

CHT Tak Naik di 2026, Bea Cukai Pastikan Tak Ada Aksi Borong Pita Cukai

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Panduan Lengkap Cara Menanggapi SPKKP di Coretax DJP

Panduan Lengkap Menggunakan Simulator Coretax untuk Pengisian SPT Tahunan PPh Badan

October 9, 2025
Ingin Download NPWP Elektronik? Pastikan Akun Coretax Anda Sudah Aktif, Ini Langkah Resminya

Bukti Potong A1 Kini Bisa Diunduh di Coretax, Ini Panduan Lengkap Lapor SPT

January 6, 2026
Cara Isi Daftar Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh di SPT Tahunan WPOP

Cara Isi Daftar Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh di SPT Tahunan WPOP

February 9, 2026
Lupa Sampaikan Pemberitahuan NPPN, Ini Risikonya bagi WP Orang Pribadi

Faktur Pajak “Tidak Ada” Tidak Dapat Dikreditkan, Namun Faktur Terlambat Masa Pajak Masih Bisa Dikreditkan: Putusan Majelis Dalam Sengketa Ppn

4
MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

4
Banjir Aturan Baru DJP: Dari Pedoman MAP, Pengaduan, hingga Insentif Magang

DJP Bongkar Sindikat ‘Desa’ Faktur Pajak Fiktif, Negara Rugi Rp180 Miliar

4
Pemerintah Targetkan PDB Manufaktur Nonmigas Tumbuh 5,51% pada 2026

Pemerintah Targetkan PDB Manufaktur Nonmigas Tumbuh 5,51% pada 2026

3
Daerah Ini Siapkan Insentif Rp34 M untuk ASN Pemungut Pajak

Daerah Ini Siapkan Insentif Rp34 M untuk ASN Pemungut Pajak

March 18, 2026
Bayar Pajak Tak Perlu Bawa BPKB, Jumlah Pembayar Diyakini Meningkat

Bayar Pajak Tak Perlu Bawa BPKB, Jumlah Pembayar Diyakini Meningkat

March 18, 2026
Kalkulator reformasi pajak diluncurkan di Guernsey.

Kalkulator reformasi pajak diluncurkan di Guernsey.

March 18, 2026
Meski Cuti Lebaran, Batas Waktu Upload Faktur Pajak Tetap 20 Maret

Meski Cuti Lebaran, Batas Waktu Upload Faktur Pajak Tetap 20 Maret

March 17, 2026

Recent News

Daerah Ini Siapkan Insentif Rp34 M untuk ASN Pemungut Pajak

Daerah Ini Siapkan Insentif Rp34 M untuk ASN Pemungut Pajak

March 18, 2026
Bayar Pajak Tak Perlu Bawa BPKB, Jumlah Pembayar Diyakini Meningkat

Bayar Pajak Tak Perlu Bawa BPKB, Jumlah Pembayar Diyakini Meningkat

March 18, 2026
Kalkulator reformasi pajak diluncurkan di Guernsey.

Kalkulator reformasi pajak diluncurkan di Guernsey.

March 18, 2026
Meski Cuti Lebaran, Batas Waktu Upload Faktur Pajak Tetap 20 Maret

Meski Cuti Lebaran, Batas Waktu Upload Faktur Pajak Tetap 20 Maret

March 17, 2026

Graha Binakarsa
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi Kota Jakarta Selatan, Jakarta 12940 (021) 21909087

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
    • Studi Kasus
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan MA
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version