website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Friday, 30 October 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Sempat Jalan Sejak 1 Agustus, Pungutan PPh 22 oleh Marketplace Digeser ke November 2026

Yesaya Dapot Tua Sitompul by Yesaya Dapot Tua Sitompul
September 28, 2026
in Nasional
0 0
0
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas penghasilan pedagang daring oleh marketplace sempat berjalan mulai Sabtu (1/8/2026), tetapi hanya beberapa hari. Pada Rabu (5/8/2026), Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengumumkan pemberlakuan ketentuan itu ditunda sampai 31 Oktober 2026, sehingga pemungutan baru berlaku efektif mulai 1 November 2026.

Penundaan itu dituangkan dalam Pengumuman Nomor PENG-46/PJ.09/2026 yang ditandatangani Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) DJP Inge Diana Rismawanti. DJP menyebut langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih menjadi perhatian pemerintah.

Sebulan masa transisi sebelum 1 Agustus

Dasar kebijakan ini adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 37 Tahun 2025, yang menunjuk pihak lain sebagai pemungut PPh atas penghasilan pedagang dalam negeri yang berjualan melalui sistem elektronik. DJP menetapkan penunjukan empat penyelenggara marketplace pada 1 Juli 2026, lalu memberi waktu transisi satu bulan untuk menyesuaikan sistem. Dengan begitu, kewajiban memungut baru dimulai 1 Agustus 2026.

Keempat penyelenggara yang ditunjuk adalah:

  1. PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli);
  2. PT Shopee International Indonesia;
  3. PT Tokopedia;
  4. PT Ecart Webportal Indonesia (Lazada).

Menurut DJP, keempatnya dipilih karena dinilai siap dari sisi sistem dan infrastruktur digital, serta memenuhi persyaratan yang diatur dalam PMK 37/2025. Penyelenggara marketplace lain masih menjalani asesmen. Inge menjelaskan, platform lain akan ditunjuk sebagai pemungut bila sudah dinilai siap, sehingga daftar empat nama itu bukan jumlah final.

Baca Juga:
Panduan Setor PPh Pasal 22 Marketplace Sesuai PMK 37/2025

Tarif 0,5% dan pengecualiannya

PPh Pasal 22 yang dipungut marketplace sebesar 0,5% dari peredaran bruto pedagang, tidak termasuk PPN dan PPnBM. Pedagang orang pribadi dengan omzet setahun sampai Rp500 juta tidak dipungut, asalkan menyampaikan surat pernyataan kepada platform. Pengecualian juga berlaku untuk jasa pengiriman oleh mitra perorangan, pedagang yang memegang surat keterangan bebas pemungutan, serta penjualan pulsa dan kartu perdana.

DJP menegaskan ketentuan ini bukan jenis pajak baru. Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menjelaskan, yang berubah hanyalah cara pemungutannya: pajak yang sebelumnya disetor sendiri oleh pedagang kini dipungut oleh platform yang ditunjuk. Tujuannya menyederhanakan administrasi, memberi kepastian bagi pelaku usaha, dan menyetarakan perlakuan antara pedagang daring dan konvensional.

Sosialisasi bersama asosiasi

Selama masa transisi, DJP menggelar edukasi dan sosialisasi bersama asosiasi dan pelaku usaha, antara lain Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Selain itu, DJP menyediakan halaman informasi dan tanya-jawab (FAQ) seputar PMK 37/2025 di laman pajak.go.id, yang dapat dibaca siapa saja, baik pedagang, penyelenggara marketplace, maupun konsumen.

Konsekuensi penundaan

Menurut pengumuman DJP, penundaan ini membawa dua konsekuensi:

  1. keputusan Dirjen Pajak tentang penunjukan marketplace sebagai pemungut yang sudah terbit akan dibatalkan, lalu dilakukan penunjukan kembali;
  2. PPh Pasal 22 yang terlanjur dipungut marketplace dari pedagang dalam negeri berdasarkan penunjukan sebelumnya akan dikembalikan oleh marketplace kepada pedagang.

DJP menekankan penundaan ini tidak mengubah isi kebijakan. Yang bergeser hanya waktu mulai berlakunya.

Baca Juga:
Aturan PPh Pasal 22 Marketplace: Status & Pengecualian

Sumber: DJP: Pengumuman PENG-46/PJ.09/2026; DJP: siaran pers penunjukan empat marketplace (1/7/2026); DJP: Pemungutan PPh oleh Marketplace; Kompas.com; Bisnis.com; Tempo.

Yesaya Dapot Tua Sitompul

Yesaya Dapot Tua Sitompul

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Ketentuan Baru Pelaporan Struktur Manajemen Perusahaan dalam Coretax.

April 30, 2026
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026: Ada Diskon hingga Penghapusan Denda

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026: Ada Diskon hingga Penghapusan Denda

14
Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

10
Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

6
Memahami Penghitungan PPh Final bagi Pengusaha Kecil pada 2026

Memahami Penghitungan PPh Final bagi Pengusaha Kecil pada 2026

5
DTA Jersey-Oman Diteken, Investasi Dua Arah Didorong

DTA Jersey-Oman Diteken, Investasi Dua Arah Didorong

October 30, 2026
Metode Koreksi Laporan Pajak Beralih, Wajib Pajak Perlu Cermati Aturan Baru

Metode Koreksi Laporan Pajak Beralih, Wajib Pajak Perlu Cermati Aturan Baru

October 30, 2026
Kebijakan Fiskal Indonesia Jadi Kunci Pendanaan Energi Bersih

Kebijakan Fiskal Indonesia Jadi Kunci Pendanaan Energi Bersih

October 30, 2026
DJP Dorong Profesionalisme Konsultan Pajak dalam Edukasi

DJP Dorong Profesionalisme Konsultan Pajak dalam Edukasi

October 30, 2026

Recent News

DTA Jersey-Oman Diteken, Investasi Dua Arah Didorong

DTA Jersey-Oman Diteken, Investasi Dua Arah Didorong

October 30, 2026
Metode Koreksi Laporan Pajak Beralih, Wajib Pajak Perlu Cermati Aturan Baru

Metode Koreksi Laporan Pajak Beralih, Wajib Pajak Perlu Cermati Aturan Baru

October 30, 2026
Kebijakan Fiskal Indonesia Jadi Kunci Pendanaan Energi Bersih

Kebijakan Fiskal Indonesia Jadi Kunci Pendanaan Energi Bersih

October 30, 2026
DJP Dorong Profesionalisme Konsultan Pajak dalam Edukasi

DJP Dorong Profesionalisme Konsultan Pajak dalam Edukasi

October 30, 2026

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version