JAKARTA – Pemerintah telah menetapkan target penerimaan kepabeanan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 118 Tahun 2025.
Dalam beleid tersebut, penerimaan kepabeanan atau pajak perdagangan internasional pada 2026 ditargetkan mencapai Rp92,46 triliun. Target ini meningkat 17,63% dibandingkan dengan realisasi penerimaan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp78,6 triliun.
“Pendapatan pajak perdagangan internasional sebesar Rp92,46 triliun,” tulis pemerintah dalam Lampiran I Perpres 118/2025, dikutip Kamis (22/1/2026).
Perlu diketahui, penerimaan pajak perdagangan internasional bersumber dari dua komponen utama, yakni bea masuk atas kegiatan impor dan bea keluar atas kegiatan ekspor.
Secara rinci, target penerimaan bea masuk pada 2026 ditetapkan sebesar Rp49,90 triliun. Sementara itu, penerimaan bea keluar ditargetkan mencapai Rp42,56 triliun.
Jika dibandingkan dengan kinerja tahun 2025, target penerimaan bea masuk justru dirancang sedikit lebih rendah, yakni turun 0,6% dari realisasi tahun lalu sebesar Rp50,20 triliun. Sebaliknya, target penerimaan bea keluar mengalami lonjakan signifikan, meningkat 49,85% dari realisasi 2025 yang tercatat sebesar Rp28,4 triliun.
Apabila digabungkan dengan target penerimaan cukai yang dipatok sebesar Rp243,53 triliun, maka total target penerimaan kepabeanan dan cukai pada 2026 mencapai Rp366 triliun. Pemungutan penerimaan kepabeanan dan cukai tersebut berada dalam kewenangan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Sebelumnya, Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC Nirwala Dwi Heryanto menyatakan optimisme bahwa target penerimaan tersebut dapat dicapai.
Ia menjelaskan bahwa perancangan target penerimaan 2026 telah memperhitungkan pengenaan dua jenis pungutan baru, yakni bea keluar atas ekspor komoditas emas dan bea keluar atas ekspor batu bara.
“Untuk tahun 2026, kami diamanatkan mencapai target penerimaan sebesar Rp336 triliun, yang di dalamnya telah memperhitungkan pengenaan bea keluar atas komoditas emas dan bea keluar atas batu bara,” ujar Nirwala.













