Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan seluruh kementerian/lembaga (K/L) serta entitas non-K/L harus mempercepat penyerapan anggaran dalam tiga bulan terakhir menjelang tutup tahun fiskal.
“Realisasi belanja pemerintah pusat saat ini Rp1.589,9 triliun atau 59,7% outlook. Namun kita perlu percepatan sekitar Rp1.292,7 triliun selama 3 bulan ke depan,” ujar Suahasil, dikutip Minggu (19/10/2025).
Menurutnya, percepatan belanja penting untuk menjaga daya beli masyarakat, yang menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Purbaya Ajak Pabrik Rokok Ilegal Masuk Sistem Legal Akhir 2025
Rincian Belanja Pemerintah
Suahasil memaparkan, realisasi belanja pemerintah pusat senilai Rp1.589,9 triliun terdiri dari:
- Belanja K/L: Rp800,9 triliun atau 62,8% dari outlook.
- Belanja non-K/L: Rp789 triliun atau 56,8%, mencakup pembayaran manfaat pensiun dan subsidi.
Namun, sejumlah K/L dengan anggaran jumbo dinilai masih lambat dalam penyerapan karena realisasinya di bawah 50%. Beberapa di antaranya yaitu Badan Gizi Negara (BGN) dengan serapan 16,9%, Kementerian Pekerjaan Umum sebesar 48,2%, dan Kementerian Pertanian sebesar 32,8%.
“K/L dengan anggaran besar namun serapan rendah perlu segera melakukan optimalisasi pelaksanaan belanja,” tegasnya.
Langkah Strategis Percepatan
Suahasil menekankan setidaknya ada tiga langkah strategis yang perlu ditempuh untuk mengakselerasi belanja negara pada kuartal IV/2025:
- Mempercepat pelaksanaan kegiatan atau proyek, termasuk pengadaan barang dan jasa.
- Melakukan monitoring atas rencana penggunaan dana dan pembayaran termin sesuai jadwal, dengan tetap menjaga efisiensi.
- Menginventarisasi dan memitigasi kendala agar serapan bisa maksimal sebelum akhir tahun.
“Kita dorong percepatan di kuartal IV, tapi juga memastikan efisiensi di setiap kementerian dan lembaga,” kata Suahasil.
Baca Juga: Dorong Ekonomi, Pemerintah Akan Kucurkan Stimulus Tambahan Kuartal IV 2025
“Belanja pemerintah yang cepat dan tepat sasaran menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.”
— Suahasil Nazara, Wakil Menteri Keuangan















