JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai perekonomian Indonesia saat ini berada dalam momentum yang baik untuk tumbuh lebih cepat.
Meski inflasi pada Februari 2026 tercatat mencapai 4,76%, Purbaya menilai angka tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan tekanan inflasi yang sebenarnya.
Menurutnya, kenaikan inflasi tersebut lebih disebabkan oleh low base effect akibat kebijakan diskon tarif listrik yang berlaku pada Januari hingga Februari 2025.
“Sebetulnya inflasi kita hanya 2,59%. Jadi, kita masih aman untuk tumbuh lebih cepat lagi, ekonominya enggak kepanasan.”
— Purbaya Yudhi Sadewa
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam sidang kabinet yang digelar di Istana pada Jumat (13/3/2026).
Optimisme Konsumen Meningkat
Purbaya juga menyoroti meningkatnya optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional.
Hal ini tercermin dari pertumbuhan penjualan otomotif yang mencapai 12,2% serta Mandiri Spending Index (MSI) yang meningkat hingga 360,7 pada Februari 2026.
Menurutnya, tren tersebut menunjukkan perbaikan aktivitas ekonomi dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Tahun lalu kan negatif, sekarang sudah mulai positif dan makin kencang. Jadi kita jauh dari yang disebut ekonominya morat-marit.”
— Purbaya Yudhi Sadewa
Daya Beli Masyarakat Membaik
Selain itu, penjualan ritel nasional juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 6,9%.
Indeks keyakinan konsumen (IKK) bahkan meningkat hingga mencapai 125,2, yang menunjukkan tingkat optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi.
Purbaya menilai data tersebut menjadi indikasi bahwa daya beli masyarakat secara umum mengalami perbaikan.
“Daya beli masyarakat betul-betul membaik. Banyak yang bilang daya beli masyarakat terpukul, tapi keadaan umum justru menunjukkan sebaliknya.”
Ekonomi Dinilai Masih Sehat
Berdasarkan berbagai indikator tersebut, Purbaya menilai kondisi perekonomian Indonesia hingga Februari 2026 masih berada dalam kondisi yang sehat.
Baik dari sisi permintaan (demand) maupun penawaran (supply), aktivitas ekonomi dinilai tetap stabil.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis perekonomian nasional akan terus menunjukkan perbaikan dalam beberapa waktu ke depan.
“Supply and demand semuanya dalam keadaan sehat sampai Februari. Saya yakin ke depannya akan membaik terus.”
— Purbaya Yudhi Sadewa















