“Kita akan diskusikan. Ini masalah besar, jadi pasti ada kekurangan di awal, tapi saya yakin kita akan selesaikan dengan baik,” ujar Prabowo, dikutip Minggu (28/9/2025).
(Baca juga: Purbaya: 84 Wajib Pajak Sudah Cicil Utang Rp5,1 Triliun)
“Tujuan MBG adalah untuk anak-anak kita yang sering sulit makan. Banyak yang hanya makan nasi dengan garam, dan ini harus segera kita atasi.”
Kendala Implementasi MBG
Prabowo mengakui hambatan dalam implementasi MBG sulit dihindari karena program ini menyasar jutaan penerima manfaat di berbagai daerah. Meski begitu, ia menegaskan program MBG sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi anak Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga mewaspadai adanya upaya politisasi. “Saya kira wajar ada kendala, tapi jangan sampai program ini ditarik ke ranah politik. Fokus kita adalah gizi anak bangsa,” tambahnya.
(Baca juga: Jasa Raharja: Potensi PKB Belum Dibayar Rp36,14 Triliun)
Tim Investigasi BGN
Menanggapi kasus keracunan, BGN telah membentuk tim investigasi khusus yang dipimpin Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang. Tim ini bertugas memberikan analisis awal sebelum hasil resmi dari BPOM dirilis.
“Kami bentuk tim investigasi sebagai second opinion. Sebelum BPOM mengumumkan hasilnya, kami sudah bisa mengidentifikasi kemungkinan penyebab anak-anak ini sakit,” jelas Nanik.
(Baca juga: Data Konkret SP2DK Jadi Senjata DJP untuk Pemeriksaan Pajak)
Monitoring Anggaran MBG
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Kemenkeu telah menerjunkan tim untuk memonitor penyerapan anggaran MBG di 20 titik secara acak. Langkah ini dilakukan guna memastikan program berjalan efektif.
“Saya sudah kerahkan anggota Kemenkeu daerah. Kita pilih 20 titik secara random untuk melihat langsung pelaksanaannya,” kata Purbaya.
Sejauh ini, penyerapan anggaran MBG baru mencapai Rp19,3 triliun, masih jauh di bawah outlook penyerapan sebesar Rp99 triliun. Pemerintah berkomitmen mempercepat realisasi agar manfaat program segera dirasakan masyarakat.
Tantangan dan Harapan
Kasus keracunan memang menjadi tantangan besar dalam program MBG, namun pemerintah memastikan evaluasi dan perbaikan terus dilakukan. Dengan pengawasan ketat, Prabowo optimistis MBG bisa berjalan lebih baik dan tepat sasaran di masa depan.














