JAKARTA – Kementerian Keuangan terus melakukan penyegaran struktur organisasi guna mengoptimalkan tata kelola keuangan negara di tengah tantangan ekonomi makro. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi mengambil sumpah jabatan dan lantik pejabat perpajakan baru yang terdiri atas 8 orang aparatur eselon II dan eselon III di lingkungan kementerian, di mana penugasan kali ini mayoritas menyasar posisi strategis pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Dalam upacara sakral yang berlangsung khidmat tersebut, Menkeu Purbaya menitipkan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga marwah institusi. Para pemangku kebijakan yang baru ini diinstruksikan untuk selalu menjunjung tinggi pilar integritas dalam mengeksekusi tugas sehari-hari, khususnya dalam merealisasikan target pengumpulan pundi-pundi penerimaan negara sekaligus memacu tingkat kepatuhan sukarela dari para wajib pajak.
“Saya menteri keuangan dengan ini resmi melantik saudara-saudara dalam jabatan yang baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Saya percaya Anda akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan,” tegas Purbaya pada Selasa (12/5/2026).
Pentingnya Menjaga Keseimbangan Fiskal
Di sela-sela prosesi penyerahan surat keputusan, Menkeu Purbaya memberikan perhatian khusus terhadap kinerja operasional Ditjen Pajak yang selama ini selalu berada di bawah lensa pengawasan publik. Isu-isu perpajakan diakuinya sangat sensitif karena bersentuhan langsung dengan stabilitas konsumsi masyarakat luas serta kelangsungan iklim komersial dunia usaha.
Ia menginstruksikan agar jajaran DJP mampu menempatkan diri di posisi tengah yang adil. Otoritas dituntut piawai menyelaraskan kebutuhan anggaran belanja negara dengan kapasitas riil pelaku bisnis dan masyarakat, sehingga instansi perpajakan perlahan dapat mengikis sentimen negatif dan memenangkan kembali kepercayaan penuh publik.
“Kalau ada isu pajak naik, ribut maunya turun. Kalau pajaknya turun, income negara berkurang, defisit anggaran membesar ribut juga. Jadi, harus kita ambil posisi yang balance, di tengah-tengah. Penerimaan negara harus dijaga, tapi caranya harus benar,” urai Menkeu menjabarkan rumus tata kelola komunikasi kebijakan yang ideal.
Lebih lanjut, Purbaya tidak menampik adanya pandangan miring dari segelintir elemen masyarakat terhadap aparatur fiskal di lapangan. Guna membalikkan persepsi tersebut, ia meminta seluruh jajaran pegawai perpajakan mengedepankan kejujuran mutlak dan menjamin setiap rantai proses birokrasi berjalan bersih dari praktik transaksional.
Dengan hadirnya delapan figur yang kini menduduki nakhoda jabatan baru, menteri keuangan optimis kinerja konsolidasi Kemenkeu akan semakin kokoh, rapi, dan kredibel di mata publik. Kombinasi faktor kelembagaan yang bersih ini diyakini bakal menjadi pondasi kuat untuk mengawal stabilitas perekonomian dalam negeri.
“Yang penting, setelah pelantikan ini fungsi Kementerian Keuangan harus semakin kuat. Kita kerjanya semakin rapi dan kepercayaan publik akan semakin baik, tapi kalau kita salah arah bisa kebalikan,” tambah Purbaya.
Daftar Lengkap 8 Pejabat Kementerian Keuangan yang Dilantik
Berdasarkan keputusan resmi kementerian, prosesi pelantikan hari ini menetapkan delapan nama pejabat baru yang memegang tanggung jawab strategis pada unit kerja perpajakan dan kediklatan, yang terdiri atas:
- Lindawaty mengemban tugas sebagai Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian
- Ihsan Priyawibawa menempati posisi Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan Perpajakan
- Suparno dipercaya sebagai Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan
- Muh. Tunjung Nugroho menduduki jabatan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus
- Paryan ditempatkan sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur III
- Dessy Eka Putri ditunjuk menjadi Kepala Kantor Pelayanan Pajak Perusahaan Masuk Bursa
- Devi Sonya Adrince dipercaya mengomandoi Kantor Pelayanan Pajak Madya Malang
- Edward Hamonangan Sianipar resmi dilantik sebagai Kepala Pusdiklat Pajak

