website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Saturday, 15 August 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Kebutuhan Investasi 2027 Capai Rp8.705 Triliun

Yesaya Dapot Tua Sitompul by Yesaya Dapot Tua Sitompul
August 15, 2026
in Nasional
0 0
0
Kebutuhan Investasi 2027 Capai Rp8.705 Triliun
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memproyeksikan total kebutuhan investasi 2027 di Indonesia diperkirakan bakal menembus angka fantastis hingga Rp8.705 triliun, Selasa (11/8/2026).

Juda menyampaikan bahwa besaran nilai investasi tersebut sangat dibutuhkan guna membiayai beragam agenda pembangunan strategis di dalam negeri. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pendanaan proyek pembangunan nasional tidak dapat hanya bertumpu pada kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Satu hal yang kita sadari bersama, APBN saja tidak pernah cukup untuk membiayai seluruh kebutuhan pembangunan kita. Kebutuhan infrastruktur, energi, pendidikan yang sekarang digalakkan, peningkatan kualitas SDM hingga hilirisasi membutuhkan skala pembiayaan yang jauh melampaui kemampuan fiskal kita,” ujar Wakil Menteri Keuangan Juda Agung.

Porsi Pembiayaan APBN, BUMN, dan Dominasi Sektor Swasta

Menurut pemaparan Wamenkeu, dari akumulasi proyeksi kebutuhan investasi senilai Rp8.705 triliun tersebut, alokasi APBN hanya mampu menjangkau pembiayaan sekitar Rp459 triliun. Sementara itu, kontribusi pembiayaan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diproyeksikan berada di kisaran Rp330 triliun.

Dengan keterbatasan kapasitas fiskal negara, sektor swasta diharapkan memegang peranan dominan dengan menopang pembiayaan sekitar Rp7.973 triliun atau setara 91% dari total kebutuhan investasi nasional pada 2027 mendatang.

Baca Juga: DJP Akan Tunjuk Ulang Marketplace Pemungut PPh 22

“Dalam APBN 2027, kebutuhan investasi Indonesia diperkirakan mencapai Rp8.705 triliun. APBN hanya mampu menjangkau Rp459 triliun,” tutur Juda.

Pasar Modal sebagai Jembatan Pembiayaan dan Katalis Ekonomi

Guna memenuhi porsi pendanaan swasta yang masif tersebut, sumber permodalan dapat dihimpun melalui berbagai instrumen pasar modal, seperti perdagangan saham dan obligasi di bursa efek.

Juda menilai pasar modal memiliki posisi yang sangat strategis sebagai jembatan yang menghubungkan kebutuhan ekspansi korporasi dengan ketersediaan likuiditas dana masyarakat.

Baca Juga: 370 Calon Hakim Pengadilan Pajak Lolos Administrasi

Oleh sebab itu, pemerintah bersama regulator terkait berkomitmen terus memperdalam pasar modal agar semakin likuid, mudah diakses, serta mampu menampung transaksi bernilai besar dengan tingkat integritas yang tinggi.

Juda menegaskan bahwa kredibilitas pasar modal menjadi kunci utama memupuk kepercayaan investor domestik maupun global guna mengawal target pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

“Pasar modal hadir sebagai katalis pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, kita harus mewujudkan pasar modal Indonesia yang dalam, likuid dan tentu saja terpercaya dan kredibel, sehingga dapat berperan optimal dalam memfasilitasi investasi dan mendukung target-target pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” pungkas Juda.

Sumber Terkait:

  • Kementerian Keuangan Republik Indonesia
  • Bursa Efek Indonesia (BEI)
Yesaya Dapot Tua Sitompul

Yesaya Dapot Tua Sitompul

Graha Binakarsa
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi Kota Jakarta Selatan, Jakarta 12940 (021) 21909087

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version