TEL AVIV — Pemerintah Israel tengah menyiapkan kebijakan baru dengan menggandakan batas nilai barang impor pribadi yang bebas dari pungutan PPN, dari sebelumnya US$75 menjadi US$150. Langkah ini dinilai sebagai upaya pemerintah untuk meringankan beban biaya hidup masyarakat yang semakin tinggi.
“Konsumen Israel saat ini membayar lebih mahal dibandingkan masyarakat di negara-negara Barat.”
— Menteri Keuangan Bezalel Smotrich
Kebijakan ini masih menunggu periode konsultasi publik selama 21 hari sebelum ditandatangani dan berlaku resmi.
Kenaikan Harga Hidup Jadi Pemicu
Kementerian Keuangan menilai bahwa kenaikan biaya hidup di Israel tidak dapat dilepaskan dari praktik monopoli pasar yang menyebabkan harga barang di Israel lebih tinggi daripada sebagian besar negara Eropa.
Baca juga: Bangladesh Modernisasi Sistem Restitusi PPN
Menurut laporan OECD awal 2025, Israel menempati peringkat keempat negara dengan tingkat harga perbandingan tertinggi. Tahun sebelumnya, harga makanan dan minuman di Israel tercatat 52% lebih tinggi dari rata-rata negara maju.
Baca juga: Uzbekistan Bangun Zona Bebas Pajak untuk Investasi AI
Warga Beralih ke Impor Langsung
Dengan harga lokal yang mahal, banyak warga Israel memilih untuk membeli kebutuhan rumah tangga melalui situs luar negeri. Namun, batas impor bebas PPN sebesar US$75 selama ini dianggap terlalu rendah.
Saat ini, Israel menerapkan PPN dengan tarif 18%, dan nilai paket imp












