LIVERPOOL – Kebijakan pajak pariwisata yang baru diterapkan di Liverpool mulai menunjukkan hasil signifikan. Sekitar £10 juta yang terkumpul dari pungutan tersebut kini digunakan untuk menarik dan mendukung penyelenggaraan berbagai acara besar di kota tersebut.
Pungutan sebesar £2 per kamar bagi wisatawan yang menginap mulai diberlakukan sejak Juni dan dikelola oleh Liverpool Accommodation Business Improvement District (BID). Kebijakan ini dirancang untuk memperkuat sektor pariwisata melalui investasi langsung ke kegiatan yang mampu menarik wisatawan menginap.
“Kami memiliki tujuan yang jelas dalam menarik acara-acara yang mendorong penginapan semalam.”
— Bill Addy
Dana yang terkumpul telah digunakan untuk mendukung sejumlah acara berskala internasional, seperti Konferensi Partai Buruh, Kejuaraan Catur Dunia, hingga Kejuaraan Tinju Dunia. Acara-acara ini dinilai mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pengeluaran di sektor pariwisata.
Alokasi Dana untuk Event dan Promosi
Dari total dana yang terkumpul, hampir £7 juta dialokasikan untuk mendukung penyelenggaraan acara besar di kota. Sementara itu, sekitar £1 juta digunakan untuk kegiatan pemasaran destinasi guna meningkatkan daya tarik Liverpool sebagai tujuan wisata.
Sisa dana lainnya digunakan untuk memperkuat ekosistem pariwisata kota, termasuk mendukung sektor perhotelan, makanan dan minuman, serta rantai pasok yang lebih luas.
Menurut Liverpool BID, Dana Konferensi dan Pameran difokuskan pada acara yang mampu meningkatkan jumlah wisatawan yang menginap, bukan sekadar kunjungan harian.
Dorong Ekonomi Pariwisata Berkelanjutan
Kepala Eksekutif Liverpool BID Bill Addy menekankan bahwa fokus utama kebijakan ini adalah mendorong wisatawan untuk menginap lebih lama, karena wisatawan yang menginap cenderung membelanjakan lebih banyak uang di sektor pariwisata.
Pengeluaran tersebut mencakup akomodasi, makanan dan minuman, ritel, serta berbagai sektor pendukung lainnya, sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi kota.
Ia juga menilai bahwa strategi ini penting untuk menciptakan ekonomi pariwisata yang lebih stabil dan berkelanjutan, dibandingkan hanya mengandalkan kunjungan musiman.
“Ini menciptakan ekonomi pariwisata yang lebih berkelanjutan dan stabil. Jika kami memiliki ekonomi sepanjang tahun, maka investasi dan lapangan kerja juga akan lebih terjamin,” jelasnya.
Perkuat Sektor Perhotelan dan Investasi
Ketua dewan Accommodation BID Marcus Magee menyebut kebijakan ini merupakan inisiatif yang dipimpin oleh sektor swasta dan bertujuan menciptakan kemitraan berkelanjutan antara pelaku industri akomodasi dan ekonomi pariwisata.
Ia menjelaskan bahwa sistem ini menciptakan mekanisme ekonomi sirkular, di mana pendapatan dari penginapan kembali diinvestasikan untuk menarik lebih banyak wisatawan.
Dengan pendekatan tersebut, kota diharapkan dapat meningkatkan daya saing sebagai destinasi wisata sekaligus memperkuat sektor perhotelan.
Data terbaru menunjukkan bahwa hotel di Liverpool mencatat tingkat okupansi tertinggi secara bulanan pada Juli, bahkan masuk dalam 20 besar tingkat okupansi akhir pekan secara global pada 2025.
Program Dana Konferensi dan Pameran sendiri membuka dua periode pendaftaran setiap tahun, yang pertama ditutup pada 29 Mei dan yang kedua pada 28 Agustus.















