PALANGKARAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyiapkan strategi jitu untuk memberikan apresiasi kepada warganya yang taat pajak. Sebanyak 15 unit sepeda motor telah disiapkan sebagai hadiah doorprize bagi wajib pajak yang terbukti disiplin membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalteng, Anang Dirjo, menjelaskan bahwa hadiah ini tidak diberikan secara cuma-cuma, melainkan melalui seleksi ketat berdasarkan rekam jejak pembayaran.
Baca Juga: Sering Gagal Buat Bukti Potong? DJP Ungkap Biang Error ‘ID Tempat Usaha Tidak Ditemukan’ di Coretax
Kriteria Wajib Pajak “Sultan”
Anang memaparkan kriteria utama calon penerima doorprize adalah wajib pajak yang membayar PKB secara tepat waktu tanpa putus. Kepatuhan ini diukur sejak pembelian kendaraan hingga Desember 2025, atau selama 10 tahun berturut-turut tanpa pernah terlambat membayar pajak sedikit pun.
“Data wajib pajak tersebut kami peroleh berdasarkan *database* di kantor Bapenda Kalteng,” ujarnya pada Jumat (9/1/2026).
Setelah melakukan penyaringan data yang ketat, Bapenda Kalteng mencatat ada 569 wajib pajak yang memenuhi kriteria emas tersebut dan berhak menjadi peserta undian berhadiah. Para wajib pajak teladan ini tersebar di 13 kabupaten dan 1 kota di seluruh wilayah Kalteng.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada wajib pajak yang telah taat membayar pajak kendaraan. Semoga apresiasi ini dapat memotivasi wajib pajak lainnya untuk selalu membayar pajak tepat waktu.”
— Anang Dirjo, Kepala Bapenda Kalteng
Penopang Infrastruktur Daerah
Lebih lanjut, Anang menegaskan bahwa program pemberian hadiah ini merupakan bentuk stimulus untuk meningkatkan kesadaran perpajakan. Ia mengingatkan kembali peran vital PKB dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah provinsi. Salah satu yang paling krusial adalah dukungan pendanaan untuk pembangunan infrastruktur di Kalteng.
Kinerja penerimaan PKB di Kalteng sendiri menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga tutup buku per 31 Desember 2025, Bapenda Kalteng berhasil mencatatkan realisasi PKB sebesar Rp340 miliar. Angka ini melampaui ekspektasi, menembus target yang ditetapkan sebesar 113,30%.














