KAIRO – Pemerintah Mesir kembali menggeber strategi fiskal agresifnya. Presiden Abdel Fattah Al-Sisi resmi memerintahkan penyusunan paket insentif pajak jilid II untuk memperkuat daya tarik investasi dan membangun kepercayaan antara negara dan wajib pajak.
“Paket kedua menawarkan insentif untuk memperkuat kepercayaan dan mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan.” — Ahmed Kouchouk
Paket baru ini dibahas dalam pertemuan Al-Sisi bersama Perdana Menteri Mostafa Madbouly dan Menteri Keuangan Ahmed Kouchouk. Fokus utamanya mencakup perluasan basis pajak, penyederhanaan prosedur, serta penguatan kepatuhan.
Baca Juga:Bangladesh Modernisasi Sistem Restitusi PPN
Pada jilid I, Mesir mencatat capaian besar berupa tambahan penerimaan EGP 78 miliar serta pengungkapan aktivitas ekonomi senilai EGP 1 triliun yang sebelumnya tidak dilaporkan.
Baca Juga:Uzbekistan Bangun Zona Bebas Pajak untuk Menarik Investasi AI Global
Isi Paket Insentif Pajak Jilid II
- Reformasi restitusi PPN
- Pusat Dukungan Pajak Premium
- Insentif wajib pajak patuh
- Penyederhanaan pelaporan real estat
- Perpanjangan siklus penilaian properti
- Peningkatan ambang batas pengecualian pajak
- Penghapusan pajak dan denda tertentu
- Pembatasan biaya keterlambatan
Reformasi Kepabeanan dan Cukai
- Pemangkasan waktu pengurusan ekspor-impor
- Perluasan fasilitas pre-clearance
- Pemeriksaan terpadu
- Pengetatan pengawasan penyelundupan














