Gubernur California Gavin Newsom menegaskan, dukungan pajak ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga posisi California sebagai pusat industri hiburan dunia. Ia menyebut kebijakan ini bukan sekadar insentif ekonomi, tetapi investasi jangka panjang bagi ekosistem kreatif.
“Investasi ini menegaskan kembali bahwa California bukan hanya tempat cerita diceritakan, melainkan tempat masa depan penceritaan dibangun,”
Menurut Komisi Film California, total kredit pajak yang dialokasikan mencapai US$334 juta atau sekitar Rp5,55 triliun. Salah satu proyek penerima manfaat terbesar adalah film Jumanji, yang mendapat insentif senilai US$43,9 juta atau sekitar Rp730,19 miliar.
Baca Juga: Armenia Perpanjang Bebas PPN untuk Kendaraan Listrik hingga 2026
Dari 52 film yang diproduksi, aktivitas ekonomi yang dihasilkan diperkirakan mencapai US$1,4 miliar dengan penciptaan lebih dari 8.900 lapangan kerja untuk aktor dan kru, serta 46.000 figuran di seluruh California.
Tom Rothman, Ketua dan CEO Sony Pictures Motion Picture Group, menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan tersebut. “Kami sangat senang dapat menghadirkan film layar lebar klasik untuk difilmkan di California, berkat kredit pajak yang diperluas,” ujarnya, dikutip dari Los Angeles Times.
Pemerintah California sebelumnya telah mengumumkan perluasan skema kredit pajak film pada musim panas 2025. Program ini merupakan gelombang pertama penerima manfaat sejak kebijakan baru diluncurkan.
Perluasan insentif pajak tersebut dipicu oleh dampak pemogokan penulis dan aktor pada 2023 serta kebakaran hutan di California Selatan. Koalisi studio Hollywood, serikat pekerja, dan pelaku usaha kecil mendesak parlemen untuk menggandakan alokasi kredit pajak guna menjaga daya saing industri film.
Baca Juga: Trump Nilai Tarif 100% China Tak Akan Bertahan Lama
Kebijakan pajak kreatif seperti ini menegaskan bahwa persaingan antarnegara bagian di AS kini juga melibatkan upaya mempertahankan ekosistem perfilman, di tengah migrasi studio besar ke wilayah lain yang menawarkan insentif lebih agresif.














