Investasi Capai 75% Target, Rosan: PMDN Jadi Motor Pertumbuhan

JAKARTA – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan realisasi investasi sepanjang Januari hingga September 2025 mencapai Rp1.905,6 triliun, atau 75,3% dari target nasional tahun ini. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyebut capaian ini menunjukkan optimisme dunia usaha tetap terjaga di tengah situasi global yang mulai membaik.

“Ini benar-benar sesuai dengan apa yang kami rencanakan. Di awal tahun sempat ada ketegangan geopolitik, tetapi kini mulai mereda. Perdamaian di sejumlah negara memberi atmosfer positif bagi investasi,” ujar Rosan, dikutip Jumat (17/10/2025).

“Realisasi investasi ini membuktikan bahwa kepercayaan investor, terutama dari dalam negeri, terus tumbuh dan menjadi penopang ekonomi nasional.” — Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi

Baca Juga: DJP Pastikan Coretax Aman, Perkuat Sistem Sebelum Diserahkan ke Pemerintah

PMDN Dominan, Serap 1,95 Juta Tenaga Kerja

Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi tersebut berhasil menyerap sekitar 1,95 juta tenaga kerja. Dari total investasi, penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat paling dominan dengan kontribusi 55,1% atau senilai Rp789,7 triliun. Sementara itu, investasi dari penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp644,6 triliun.
“Angka ini menunjukkan confidence investor dalam negeri terhadap perekonomian nasional tetap tinggi,” tambah Rosan.

Baca Juga: Luhut Tegaskan Family Office Tak Gunakan APBN, Fokus Tarik Investor Asing

Hilirisasi Mineral Jadi Magnet Utama

Rosan menjelaskan, tingginya kontribusi PMDN dipicu oleh gencarnya investasi pada sektor hilirisasi mineral, terutama yang digarap oleh BUMN dan perusahaan nasional. Sepanjang Januari hingga September 2025, investasi di sektor hilirisasi mencapai Rp291,6 triliun, di mana Rp136,1 triliun berasal dari proyek hilirisasi nikel.
“Proyek hilirisasi menciptakan efek ganda bagi perekonomian, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan nilai tambah produk dalam negeri,” jelasnya.

“Investasi di hilirisasi mineral membuktikan bahwa industri dalam negeri mampu menjadi motor utama pembangunan ekonomi nasional.”

PMA Fokus ke Energi Baru Terbarukan

Untuk investasi asing, Rosan menuturkan pemerintah terus membuka kerja sama dengan mitra nontradisional, terutama dari kawasan Timur Tengah. Fokus kerja sama diarahkan pada proyek energi baru terbarukan (EBT).
“Kami menjalin komunikasi positif dengan investor Timur Tengah. Saya baru pulang dari Arab Saudi, bertemu dengan Public Investment Fund (PIF) yang punya anak usaha di bidang energi terbarukan. Kami sudah identifikasi sejumlah proyek dan mulai diskusi mendalam dengan BUMN serta sektor swasta,” ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.

Optimisme Menjelang Akhir Tahun

Rosan memastikan pihaknya akan terus mendorong percepatan investasi agar target tahun 2025 dapat tercapai 100% pada akhir tahun. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan dunia usaha dalam menciptakan iklim investasi yang ramah, cepat, dan transparan.
“Kami ingin pastikan Indonesia tetap menjadi tujuan utama investasi di Asia Tenggara. Dengan tren positif ini, kami yakin target akhir tahun bisa terlampaui,” pungkasnya.

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist